Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Shanghai – kembali memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat internasional melalui gelaran Spirit of Indonesia (SOI) 2026. Acara bertema An Odyssey through the Island of Opportunity tersebut menjadi ruang promosi budaya sekaligus memperkuat interaksi Indonesia dengan masyarakat Tiongkok dan warga negara asing yang tinggal di Shanghai.

KJRI Shanghai menggelar SOI 2026 di Raffles City Changning, Shanghai, pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung selama sekitar 12 jam, mulai pukul 10.00 hingga 22.00 waktu setempat.

Berbagai unsur budaya Indonesia hadir dalam kegiatan tersebut. Pengunjung dapat mengenal Nusantara melalui kuliner, musik, tarian tradisional, kerajinan, hingga kegiatan membatik. Konsep ini membuat pengunjung tidak hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan sejumlah unsur kebudayaan Indonesia.

Konsul Jenderal RI di Shanghai, Berlianto Situngkir, menilai budaya dapat menjadi salah satu sarana untuk membangun pemahaman antarmasyarakat. Melalui makanan, musik, tarian, dan kerajinan, Indonesia dapat memperlihatkan sebagian dari identitasnya kepada publik Shanghai.

Menurut Berlianto, pemahaman terhadap kebudayaan masing-masing juga dapat membantu masyarakat dari negara berbeda untuk mengenali aspirasi satu sama lain dengan lebih baik.

Puluhan Stan Hadirkan Kuliner dan Produk Indonesia

Salah satu daya tarik SOI 2026 adalah kehadiran 24 stan yang menawarkan beragam produk serta kuliner khas Indonesia. Pengunjung dapat mencicipi kopi dan berbagai kudapan Nusantara hingga makanan populer seperti sate ayam, nasi Padang, serta nasi goreng.

Selain sektor kuliner, kegiatan ini turut menghadirkan layanan salon dan spa bernuansa Indonesia. Garuda Indonesia dan sejumlah peserta lainnya juga ikut meramaikan acara tersebut.

Dengan beragam stan tersebut, pengunjung memperoleh kesempatan untuk mengenal Indonesia dari berbagai sisi dalam satu lokasi. Kuliner menjadi salah satu media yang menarik perhatian karena memungkinkan masyarakat internasional merasakan langsung cita rasa khas Nusantara.

Tidak hanya makanan, panggung SOI 2026 juga menyajikan pertunjukan seni yang mempertemukan unsur kebudayaan Indonesia dan Tiongkok.

Musisi Indonesia dari Central Conservatory of Music Beijing menampilkan kolaborasi musik tradisional kedua negara. Sementara itu, penari dari Sanggar Tari Yingde, Guangzhou, membawakan sejumlah tarian tradisional Indonesia.

Acara semakin meriah dengan penampilan penyanyi Asty Puji, yang pernah mengikuti Indonesian Idol musim keempat. Lovena, seorang mahasiswi Indonesia yang menempuh pendidikan di China, turut tampil dalam kegiatan tersebut.

Lokakarya Batik Tarik Perhatian Pengunjung

Selain pertunjukan seni, KJRI Shanghai membuka lokakarya membatik bagi masyarakat umum. Firda, staf KJRI Shanghai yang telah lama mempelajari teknik membatik, membimbing pengunjung selama kegiatan berlangsung.

Peserta memperoleh kesempatan mencoba proses pembuatan batik dalam skala sederhana menggunakan potongan kain berukuran kecil. Mereka belajar menggambar menggunakan canting, memberikan warna pada kain, hingga melakukan proses peluruhan malam.

Setelah menyelesaikan seluruh tahapan, peserta dapat membawa pulang kain batik hasil karya mereka sebagai kenang-kenangan. Aktivitas tersebut memberikan pengalaman berbeda karena masyarakat asing bisa berinteraksi langsung dengan salah satu warisan budaya Indonesia.

Lokakarya ini juga mendapat respons positif dari sejumlah pengunjung internasional.

James, warga Jerman berusia 30 tahun yang bekerja di Shanghai, mengetahui acara tersebut dari seorang temannya yang merupakan warga negara Indonesia. SOI 2026 menjadi pengalaman pertamanya mengikuti kegiatan tersebut.

Ia mengaku menikmati suasana acara karena dapat mengunjungi banyak stan sekaligus mencoba beragam makanan. James, yang sebelumnya pernah mengunjungi Bali, juga menjadikan Indomie sebagai salah satu makanan favoritnya selama berada di lokasi.

Selain mencicipi makanan, ia mengikuti lokakarya membatik dan mengapresiasi keramahan orang-orang yang ditemuinya selama acara.

Spirit of Indonesia 2026 memperkenalkan budaya Indonesia melalui pertunjukan seni dan lokakarya batik di Shanghai

Suasana acara Spirit of Indonesia (SOI) 2026 dengan tema “An Odyssey through the Island of Opportunity” yang diselenggarakan KJRI Shanghai di Raffles City Changning, Shanghai, Sabtu (29/8/2026)

Pengunjung Asing Antusias Mengenal Indonesia

Kesan serupa disampaikan Shirley, warga Malaysia berusia 30 tahun. Ia tertarik mengikuti kegiatan membatik yang tersedia secara gratis.

Menurut Shirley, lokakarya tersebut dapat menjadi media untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat internasional. Teman-temannya yang berasal dari China juga menikmati pengalaman membatik karena kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi mereka.

Antusiasme itu membuat Shirley berharap dapat kembali menghadiri Spirit of Indonesia pada tahun berikutnya. Ketertarikannya terhadap Indonesia juga tidak berhenti pada budaya. Ia berharap suatu saat dapat mengunjungi Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur karena tertarik dengan keindahan pemandangan destinasi tersebut.

Sementara itu, Jet, warga Filipina yang turut menghadiri SOI 2026, sebelumnya pernah berkunjung ke Jakarta untuk keperluan bisnis. Namun, kunjungannya ke acara di Shanghai memberikan pengalaman berbeda.

Jet mengaku terkejut ketika mengetahui seorang penyanyi yang selama ini ia ikuti melalui Instagram tampil dalam acara tersebut. Kesempatan untuk menyaksikan penampilan secara langsung dan berfoto bersama penyanyi itu menjadi salah satu pengalaman menarik baginya.

SOI 2026 Jadi Ruang Pertukaran Budaya di Shanghai

Spirit of Indonesia 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan kesenian dan kuliner Nusantara. Kegiatan tersebut juga membuka ruang interaksi langsung antara masyarakat Indonesia dan warga internasional di Shanghai.

Melalui pertunjukan musik, tarian, kuliner, hingga praktik membatik, pengunjung mendapatkan gambaran mengenai keberagaman budaya Indonesia dengan cara yang lebih interaktif. Respons dari warga Jerman, Malaysia, Filipina, maupun China memperlihatkan bagaimana kegiatan budaya dapat menarik perhatian masyarakat dari berbagai latar belakang.

Sejumlah perwakilan diplomatik turut menghadiri acara tersebut. Di antaranya Konsul Jenderal Uruguay sekaligus Dean of Shanghai Diplomatic Corps Marcelo Magnou serta Wakil Kepala Perwakilan KBRI Beijing Parulian Siahaan.

Kehadiran berbagai kalangan tersebut semakin memperkuat posisi SOI 2026 sebagai sarana diplomasi budaya Indonesia di Shanghai. Melalui pendekatan yang menggabungkan seni, kuliner, kerajinan, dan interaksi langsung, kekayaan Nusantara dapat diperkenalkan kepada masyarakat internasional secara lebih dekat dan menarik.