Harga emas dan perak mengalami kenaikan signifikan seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap risiko geopolitik global. Ketidakpastian yang muncul akibat perkembangan politik internasional mendorong pelaku pasar untuk kembali melirik logam mulia sebagai aset perlindungan nilai. Dalam kondisi pasar yang penuh tekanan, emas dan perak kerap menjadi pilihan utama karena di anggap lebih stabil di bandingkan instrumen investasi berisiko lainnya.

Pada perdagangan awal pekan, harga emas spot tercatat melonjak lebih dari dua persen dan berhasil menembus level USD 4.420 per ons. Sementara itu, harga perak mencatatkan kenaikan yang lebih tajam dengan penguatan mendekati lima persen. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah sentimen global yang memburuk.

Dampak Geopolitik Venezuela terhadap Pasar Keuangan

Salah satu faktor utama yang memicu pergerakan harga logam mulia adalah memburuknya situasi geopolitik di Venezuela. Penangkapan pemimpin negara tersebut oleh Amerika Serikat telah memunculkan ketidakpastian baru terkait stabilitas politik kawasan Amerika Latin. Situasi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik politik dan ekonomi yang lebih luas.

Menurut laporan yang di kutip dari Bloomberg, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pemerintah AS berencana untuk “mengelola” Venezuela pasca kejatuhan kepemimpinan sebelumnya. Pernyataan tersebut memperkuat spekulasi pasar mengenai masa depan pemerintahan negara Amerika Selatan itu yang di nilai semakin tidak menentu.

Peran Kebijakan AS dan Tekanan terhadap Pasar Global

Selain pernyataan Presiden AS, kebijakan luar negeri Washington juga menjadi sorotan pelaku pasar. Pemerintah Amerika Serikat di sebut akan menggunakan pengaruhnya terhadap sektor minyak Venezuela untuk mendorong perubahan politik lanjutan. Langkah tersebut di nilai berpotensi memicu ketegangan lanjutan, tidak hanya secara regional tetapi juga dalam konteks global.

Analis pasar menilai kondisi ini memaksa investor untuk mengevaluasi ulang risiko geopolitik secara menyeluruh. Ketidakpastian bukan hanya berasal dari Venezuela, tetapi juga dari arah kebijakan luar negeri dan kekuatan militer Amerika Serikat yang di nilai semakin agresif dalam memengaruhi dinamika global.

Harga Emas dan Perak

Harga Emas Melonjak, Penangkapan Presiden Maduro oleh AS Picu Permintaan Safe Haven.

Emas sebagai Aset Safe Haven di Tengah Kebijakan Moneter Longgar

Kinerja emas yang kuat juga di dukung oleh faktor fundamental lain, termasuk kebijakan moneter Amerika Serikat. Logam mulia ini baru saja mencatatkan performa tahunan terbaik sejak akhir 1970-an, di dorong oleh pembelian besar-besaran bank sentral dan aliran dana ke reksa dana berbasis emas fisik.

Tiga kali penurunan suku bunga berturut-turut oleh Federal Reserve turut memperkuat daya tarik emas. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga, emas cenderung lebih di minati ketika suku bunga berada dalam tren menurun. Lingkungan suku bunga rendah membuat biaya peluang memegang emas menjadi lebih kecil.

Volatilitas Pasar dan Aksi Ambil Untung Investor

Meskipun tren jangka panjang emas masih positif, pasar tetap menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Pada pekan sebelumnya, harga emas sempat mengalami penurunan mingguan terbesar sejak November 2024 akibat aksi ambil untung oleh sebagian investor. Kondisi jenuh beli yang terdeteksi melalui indikator perdagangan turut mendorong koreksi harga jangka pendek.

Namun demikian, ketegangan geopolitik yang berlanjut serta gesekan perdagangan global kembali menghidupkan permintaan terhadap aset perlindungan nilai, sehingga harga emas dan perak kembali menguat.

Prospek Harga Emas dan Perak ke Depan

Sejumlah lembaga keuangan besar masih optimistis terhadap prospek harga emas sepanjang tahun ini. Salah satunya, Goldman Sachs Group Inc., memperkirakan harga emas berpotensi melanjutkan reli hingga mendekati USD 4.900 per ons. Proyeksi tersebut di dasarkan pada ekspektasi penurunan suku bunga lanjutan dan perubahan kepemimpinan bank sentral AS.

Sementara itu, harga perak juga di proyeksikan tetap kuat. Selain mengikuti tren emas, perak mendapat dukungan tambahan dari kekhawatiran pasar terhadap potensi penerapan tarif impor oleh pemerintah AS terhadap logam olahan. Faktor ini membuat perak semakin menarik, baik sebagai aset lindung nilai maupun komoditas industri.

Kesimpulan

Kenaikan harga emas dan perak mencerminkan meningkatnya kebutuhan investor akan aset aman di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global. Ketegangan di Venezuela, kebijakan luar negeri Amerika Serikat, serta arah suku bunga global menjadi faktor utama yang mendorong penguatan logam mulia. Dengan risiko global yang masih membayangi pasar, emas dan perak di perkirakan akan tetap memainkan peran penting sebagai instrumen lindung nilai dalam portofolio investor.