Petinju kelas berat dunia asal Inggris, Anthony Joshua, menyampaikan ungkapan duka mendalam setelah mengalami peristiwa tragis berupa kecelakaan lalu lintas fatal yang terjadi di Nigeria pada akhir Desember lalu. Insiden tersebut tidak hanya meninggalkan luka emosional bagi Joshua, tetapi juga merenggut nyawa dua sahabat dekatnya yang selama ini berperan penting dalam perjalanan karier dan kehidupannya.

Melalui akun media sosial resminya, Joshua membagikan potret dua mendiang sahabatnya, Sina Ghami dan Latif Ayodele. Keduanya di kenal sebagai figur penting dalam tim pendukung Joshua, masing-masing sebagai pelatih kekuatan dan pelatih pribadi. Unggahan tersebut di sertai pesan penuh empati yang mencerminkan kesedihan mendalam sekaligus ketegaran seorang atlet profesional dalam menghadapi cobaan berat.

Pesan Emosional untuk Sahabat dan Keluarga yang Ditinggalkan

Dalam pernyataannya, Joshua menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan luas yang ia terima dari publik dan komunitas olahraga. Ia mengungkapkan bahwa selama ini dirinya belum sepenuhnya menyadari betapa besar peran dan keistimewaan kedua sahabatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Joshua menuturkan bahwa hubungan mereka terjalin secara alami, penuh canda dan kebersamaan, tanpa pernah menyangka bahwa orang-orang di sekelilingnya merupakan sosok luar biasa yang kini harus pergi untuk selamanya. Ungkapan tersebut memperlihatkan refleksi mendalam serta penyesalan manusiawi yang kerap muncul setelah kehilangan orang terdekat.

Lebih lanjut, Joshua menegaskan bahwa meskipun dirinya di kenal memiliki mental kuat sebagai atlet elite, kehilangan tersebut tetap menjadi beban emosional yang berat. Ia bahkan menyebut bahwa penderitaan yang di rasakan keluarga korban tentu jauh lebih besar di bandingkan apa yang ia alami secara pribadi. Oleh karena itu, ia turut menyampaikan doa dan harapan agar keluarga yang di tinggalkan di berikan kekuatan dan ketabahan.

Anthony Joshua

Petinju kelas berat Anthony Joshua.

Kronologi Kecelakaan di Jalan Tol Lagos–Ibadan

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat Anthony Joshua sedang berada di Nigeria untuk berlibur. Kunjungan tersebut di lakukan tidak lama setelah ia menyelesaikan pertandingan tinju kelas berat di Miami, di mana ia berhasil meraih kemenangan penting dalam kariernya. Nigeria sendiri memiliki makna personal bagi Joshua karena merupakan negara asal leluhurnya.

Kecelakaan terjadi di ruas jalan tol Lagos–Ibadan ketika kendaraan yang di tumpangi Joshua berusaha menyalip kendaraan lain. Dalam manuver tersebut, mobil mengalami benturan keras dengan bagian belakang sebuah truk yang berada di tepi jalan. Joshua yang saat itu duduk di kursi belakang berhasil selamat dari insiden tersebut.

Warga sekitar lokasi kejadian dengan sigap memberikan pertolongan pertama dan membantu Joshua keluar dari kendaraan. Ia kemudian segera di larikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Kondisinya di laporkan stabil dan tidak mengalami cedera serius.

Dampak Kehilangan bagi Dunia Tinju Internasional

Berbeda dengan Joshua, dua anggota timnya tidak dapat di selamatkan. Sina Ghami dan Latif Ayodele di nyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat benturan hebat yang terjadi. Kepergian keduanya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan orang terdekat, tetapi juga bagi komunitas tinju internasional.

Berita kecelakaan ini dengan cepat menyebar dan memicu gelombang simpati dari berbagai kalangan. Sejumlah petinju, pelatih, serta penggemar olahraga tinju menyampaikan belasungkawa dan dukungan moral kepada Joshua melalui berbagai platform media sosial. Solidaritas tersebut menunjukkan bahwa dunia olahraga tidak hanya berbicara soal prestasi, tetapi juga tentang kemanusiaan dan kebersamaan.

Refleksi dan Ketegaran Seorang Atlet

Peristiwa tragis ini menjadi momen reflektif bagi Anthony Joshua, yang selama ini di kenal sebagai simbol kekuatan fisik dan mental di atas ring. Di balik ketangguhannya sebagai atlet, ia tetap manusia biasa yang merasakan kehilangan dan duka mendalam.

Dengan menyampaikan pesan terbuka kepada publik, Joshua tidak hanya mengenang sahabat-sahabatnya, tetapi juga menunjukkan sisi empati dan kerendahan hati. Sikap tersebut memperkuat citranya sebagai figur publik yang mampu menghadapi tragedi dengan kedewasaan, serta mengingatkan bahwa kesuksesan tidak terlepas dari peran orang-orang di sekelilingnya.