Pebalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, mulai menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi tes perdana MotoGP musim 2026 yang akan berlangsung di Sirkuit Sepang, Malaysia. Setelah memastikan diri sebagai juara dunia MotoGP 2025, Marquez kini mengalihkan fokusnya pada pemulihan kondisi fisik serta pengembalian performa balap pasca cedera yang di alaminya pada akhir musim lalu.
Sejak mengalami kecelakaan pada MotoGP Indonesia 2025 yang mengakibatkan cedera pada bahu kanan, Marquez belum kembali mengendarai motor MotoGP. Insiden tersebut memaksanya untuk mengakhiri musim lebih cepat dan menjalani masa pemulihan cukup panjang. Oleh karena itu, menjelang tes resmi yang di jadwalkan pada awal Februari 2026, Marquez menjalani program latihan intensif yang di rancang secara bertahap dan terukur.
Program Latihan Fisik dan Adaptasi Balap
Dalam persiapannya, Marquez memilih untuk menggunakan dua jenis motor yang berbeda, yaitu motor motocross dan motor sport berperforma tinggi. Pendekatan ini di lakukan untuk mengoptimalkan kebugaran fisik sekaligus memulihkan sensitivitasnya terhadap karakteristik berkendara di lintasan.
Latihan motocross menjadi bagian awal dari program persiapan. Marquez menggunakan Ducati Desmo450 MX sebagai sarana untuk melatih kekuatan otot, keseimbangan tubuh, serta refleks. Aktivitas ini di nilai efektif untuk menjaga kondisi fisik secara menyeluruh, terutama setelah periode panjang tanpa aktivitas balap kompetitif. Motocross juga membantu meningkatkan daya tahan dan koordinasi, dua aspek penting bagi pebalap MotoGP.

Persiapan Marc Marquez Jelang MotoGP 2026 di Sirkuit Sepang.
Kembali ke Lintasan Aspal di Spanyol
Selain latihan off-road, Marquez juga kembali menjajal lintasan aspal sebagai bagian dari proses adaptasi. Pada pertengahan pekan ini, ia terlihat berlatih di Sirkuit Aspar, Valencia, Spanyol. Dalam sesi tersebut, Marquez mengendarai Ducati Panigale V2 edisi MM93 Tribute of World Champion serta Ducati Panigale V4.
Latihan di lintasan aspal bertujuan untuk mengembalikan “feeling” berkendara yang sempat hilang akibat cedera. Marquez menilai bahwa adaptasi terhadap kecepatan tinggi, pengereman, serta akselerasi di sirkuit merupakan tahap penting sebelum kembali mengendarai motor prototipe MotoGP. Proses ini juga membantu tubuhnya menyesuaikan diri dengan tekanan fisik yang khas pada balapan kelas utama.
Pendampingan Tim Ducati Lenovo
Selama menjalani sesi latihan, Marquez tidak bekerja sendirian. Ia di dampingi langsung oleh manajer tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi. Kehadiran manajemen tim menunjukkan bahwa Ducati memberikan perhatian penuh terhadap kondisi dan kesiapan Marquez menjelang musim baru.
Latihan ini menjadi fase krusial sebelum Marquez kembali mengendarai Ducati Desmosedici dalam tes resmi. Sesuai regulasi MotoGP, pebalap tidak di perkenankan melakukan latihan menggunakan motor MotoGP di luar jadwal yang telah di tentukan oleh penyelenggara. Oleh sebab itu, penggunaan Panigale V2 dan Panigale V4 menjadi solusi ideal untuk menjaga ritme tanpa melanggar aturan.
Ducati Panigale V4 sebagai Sarana Latihan Optimal
Ducati Panigale V4 yang di gunakan Marquez di kenal sebagai salah satu motor jalan raya tercepat yang di produksi Ducati. Motor ini mengusung mesin Desmosedici Stradale berkapasitas 1103 cc yang mampu menghasilkan tenaga lebih dari 210 tenaga kuda. Performa tersebut menjadikannya sangat mendekati karakter motor MotoGP, sehingga cocok di gunakan sebagai media latihan.
Selain tenaga besar, Panigale V4 juga di bekali teknologi aerodinamika berupa winglet, sistem suspensi canggih, rem Brembo berperforma tinggi, serta paket elektronik modern yang terinspirasi langsung dari teknologi MotoGP. Kombinasi tersebut memberikan pengalaman berkendara yang mendekati motor balap prototipe, sekaligus membantu Marquez dalam proses adaptasi fisik dan teknis.
Fokus Menuju Tes Sepang
Dengan program latihan yang terstruktur dan dukungan penuh dari tim, Marquez menunjukkan komitmen kuat untuk kembali tampil kompetitif pada musim MotoGP 2026. Tes resmi di Sirkuit Sepang akan menjadi momen penting untuk mengukur sejauh mana kesiapan fisik dan teknisnya setelah cedera.
Pendekatan latihan yang mengombinasikan motocross dan motor sport berperforma tinggi diharapkan mampu memberikan fondasi yang solid bagi Marquez sebelum kembali menggeber Ducati Desmosedici. Langkah ini sekaligus menegaskan profesionalisme dan dedikasinya sebagai salah satu pebalap papan atas di ajang MotoGP.