Suzuki Ertiga – Pasar otomotif nasional saat ini menunjukkan perubahan arah yang cukup signifikan, khususnya pada preferensi konsumen terhadap jenis kendaraan. Segmen low multi purpose vehicle (MPV) yang sebelumnya mendominasi penjualan. Kini mulai tertekan oleh meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan berdesain sport utility vehicle (SUV) dan crossover. Kondisi tersebut turut berdampak pada performa penjualan PT Suzuki Indomobil Sales, terutama pada model Suzuki Ertiga.

Managing Director 4W Sales & Marketing PT Suzuki Indomobil Sales, Donny Saputra, mengakui bahwa penjualan saat ini tidak sekuat pada masa awal peluncurannya. Menurutnya, perubahan tren pasar menjadi faktor utama yang memengaruhi penurunan minat konsumen terhadap MPV konvensional.

Pergeseran Minat Konsumen dari MPV ke SUV

Donny menjelaskan bahwa tren otomotif dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan kuat ke arah SUV. Konsumen kini lebih tertarik pada kendaraan dengan tampilan gagah, ground clearance lebih tinggi. Serta kesan tangguh yang di tawarkan segmen SUV dan crossover.

Perubahan selera tersebut berdampak langsung pada penjualan Suzuki Ertiga. Model MPV ini tidak lagi mencatatkan performa penjualan sebaik saat pertama kali di perkenalkan ke publik pada 2012. Fenomena ini, menurut Suzuki, bukan hanya di alami oleh satu merek, melainkan menjadi gambaran umum kondisi pasar otomotif nasional.

Suzuki Ertiga

PT Suzuki Indomobil Sales meluncurkan Suzuki Ertiga Hybrid.

Data Penjualan Menunjukkan Kesenjangan Signifikan

Berdasarkan data penjualan wholesales dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Distribusi Suzuki Ertiga dari pabrik ke diler tercatat sebanyak 1.895 unit dalam periode yang sama. Angka tersebut berbanding jauh dengan pencapaian Suzuki XL7 yang berhasil membukukan penjualan sebesar 13.387 unit.

Kesenjangan angka ini mempertegas adanya pergeseran minat konsumen dari low MPV ke SUV. Model SUV di nilai lebih mampu menjawab kebutuhan gaya hidup dan preferensi visual pasar saat ini, sehingga menjadi fokus utama banyak produsen otomotif dalam tiga tahun terakhir.

Suzuki Tetap Mempertahankan Ertiga di Lini Produk

Meski menghadapi tekanan pasar, Suzuki menegaskan tidak akan menghilangkan Ertiga dari portofolio produknya. Perusahaan menilai bahwa segmen MPV masih memiliki basis konsumen tersendiri yang tetap membutuhkan kendaraan keluarga dengan efisiensi ruang dan kenyamanan.

Suzuki juga mengungkapkan telah menyiapkan strategi lanjutan untuk menjaga daya tarik Ertiga di tengah dominasi SUV. Berdasarkan hasil studi internal, pabrikan asal Jepang tersebut berencana melakukan penyegaran dan penyesuaian produk guna merangsang kembali minat pasar MPV yang masih memiliki potensi.

Portofolio Suzuki Kian Di Dominasi SUV

Saat ini, lini produk Suzuki di Indonesia semakin kuat di segmen SUV. Mulai dari low SUV Suzuki XL7, small SUV Fronx, compact SUV Grand Vitara, hingga model off-road Jimny dan city car bergaya SUV seperti Spresso. Strategi ini mencerminkan respons Suzuki terhadap permintaan pasar yang semakin condong ke arah kendaraan dengan karakter SUV.

Spesifikasi dan Varian Suzuki Ertiga Terkini

Suzuki Ertiga yang di pasarkan saat ini merupakan generasi kedua yang di luncurkan pada 2018. Mobil ini di bangun di atas platform HEARTECT dan di bekali mesin K15B berkapasitas 1.462 cc, 4-silinder VVT, yang di padukan dengan teknologi mild hybrid Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS).

Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga 103,2 daya kuda dan torsi puncak 138 Nm, dengan pilihan transmisi manual 5-percepatan atau otomatis 4-percepatan. Suzuki Ertiga di tawarkan dalam beberapa varian, mulai dari GL, GX Hybrid, hingga Cruise Hybrid, dengan rentang harga on the road Jakarta berada di kisaran Rp 259 jutaan hingga Rp 300 jutaan.