AC Milan Torino – AC Milan berhasil meraih kemenangan penting saat menghadapi Torino dalam lanjutan pekan ke-30 Liga Italia musim 2025/2026. Bermain di Stadion San Siro pada Sabtu (21/3/2026) waktu setempat, tim berjuluk Rossoneri tersebut menutup laga dengan skor tipis 3-2. Hasil ini sekaligus mengantarkan AC Milan kembali naik ke posisi kedua klasemen sementara.

Kemenangan ini menjadi respons positif setelah pada pertandingan sebelumnya AC Milan harus menelan kekalahan dari Lazio dengan skor 0-1. Penampilan solid di kandang sendiri menunjukkan bahwa tim asuhan Massimiliano Allegri mampu bangkit dan menjaga konsistensi dalam persaingan papan atas.

Jalannya Pertandingan Babak Pertama

Pada awal pertandingan, AC Milan justru mengalami kesulitan dalam mengembangkan permainan. Torino tampil cukup percaya diri dan mampu menciptakan peluang lebih dulu melalui sundulan Ardian Ismajli. Beruntung bagi tuan rumah, kiper Mike Maignan masih mampu mengamankan gawangnya.

AC Milan mulai menemukan ritme permainan menjelang pertengahan babak pertama. Peluang berbahaya tercipta melalui tendangan jarak jauh Adrien Rabiot yang memaksa kiper Torino bekerja keras. Upaya tersebut menjadi sinyal kebangkitan Rossoneri dalam pertandingan ini.

Gol pembuka akhirnya tercipta pada menit ke-37 melalui aksi impresif Strahinja Pavlovic. Bek tersebut melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang tidak mampu di hentikan penjaga gawang Torino. Bola sempat membentur mistar sebelum masuk ke gawang, menjadikannya salah satu gol terbaik dalam laga tersebut.

Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Torino mampu menyamakan kedudukan menjelang akhir babak pertama. Giovanni Simeone berhasil memanfaatkan bola pantul hasil tembakan Nikola Vlasic dan mencetak gol pada menit ke-44. Skor 1-1 pun bertahan hingga turun minum.

Respons Cepat AC Milan di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, AC Milan tampil lebih agresif dan langsung menekan pertahanan Torino. Strategi tersebut terbukti efektif, karena mereka mampu mencetak dua gol dalam waktu singkat.

Adrien Rabiot membawa Milan kembali unggul pada menit ke-54 setelah memanfaatkan umpan matang dari Christian Pulisic. Hanya berselang dua menit, Youssouf Fofana menambah keunggulan menjadi 3-1 lewat tembakan akurat yang mengarah ke sisi kanan gawang Torino.

Keunggulan dua gol membuat AC Milan tampil lebih percaya diri. Meski demikian, Torino tidak menyerah begitu saja dan terus mencoba menekan. Beberapa peluang berhasil mereka ciptakan, namun masih dapat di gagalkan oleh solidnya pertahanan Milan serta penampilan gemilang Mike Maignan di bawah mistar.

AC Milan Torino

Selebrasi gol Youssouf Fofana dengan rekan satu tim dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara AC Milan vs Torino di stadion San Siro di Milan, Italia utara.

Torino Perkecil Ketertinggalan di Akhir Laga

Menjelang akhir pertandingan, Torino mendapatkan peluang emas melalui titik penalti pada menit ke-83. Wasit menunjuk titik putih setelah terjadi pelanggaran di area terlarang. Nikola Vlasic yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik dan memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3.

Gol tersebut membuat pertandingan semakin menegangkan di sisa waktu. Torino berusaha menyamakan kedudukan, sementara AC Milan fokus mempertahankan keunggulan. Hingga peluit panjang di bunyikan, skor tetap bertahan 3-2 untuk kemenangan tuan rumah.

Dampak Kemenangan bagi Posisi Klasemen

Tambahan tiga poin dari pertandingan ini sangat berarti bagi AC Milan. Mereka kini mengoleksi 63 poin dari 30 pertandingan dan kembali menempati posisi kedua klasemen Liga Italia. Posisi tersebut sebelumnya sempat di ambil alih oleh Napoli.

Meski demikian, AC Milan masih terpaut lima poin dari Inter Milan yang berada di puncak klasemen dan belum memainkan pertandingan pekan ke-30. Persaingan di papan atas pun di pastikan akan semakin ketat hingga akhir musim.

Tantangan Tanpa Pemain Kunci

Dalam laga ini, AC Milan harus bermain tanpa salah satu pemain andalannya, Rafael Leao, yang mengalami cedera otot. Absennya Leao membuat Allegri melakukan penyesuaian strategi dengan menurunkan Niclas Fuellkrug sebagai starter.

Meskipun kehilangan pemain penting, AC Milan tetap mampu menunjukkan performa kolektif yang solid. Hal ini menjadi bukti kedalaman skuad yang di miliki serta kemampuan tim dalam beradaptasi dengan situasi sulit.

Kesimpulan

Kemenangan 3-2 atas Torino menjadi momentum penting bagi AC Milan dalam menjaga peluang bersaing di papan atas Liga Italia. Performa impresif di babak kedua menunjukkan mentalitas kuat tim dalam menghadapi tekanan.

Dengan sisa pertandingan yang masih cukup banyak, konsistensi akan menjadi kunci utama bagi AC Milan jika ingin terus menempel pemuncak klasemen. Jika mampu mempertahankan performa seperti ini, bukan tidak mungkin Rossoneri akan menjadi penantang serius dalam perebutan gelar musim ini.