Kerusakan Panggung Seni – Abrasi pantai masih menjadi ancaman serius bagi wilayah pesisir di Indonesia. Termasuk di Kabupaten Buleleng, Bali. Salah satu dampak nyata dari fenomena ini adalah kerusakan panggung seni dan budaya yang berada di kawasan Pantai Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan. Bangunan yang selama ini berfungsi sebagai pusat kegiatan seni dan budaya masyarakat desa tersebut mengalami kerusakan struktural akibat gelombang pasang laut yang terus menerjang area pesisir.
Kerusakan tersebut di ketahui mulai terjadi sejak sepekan terakhir dan semakin parah seiring meningkatnya intensitas gelombang laut. Lokasi panggung yang berada tepat di garis pantai membuat bangunan tersebut sangat rentan terhadap proses pengikisan alami yang di sebabkan oleh abrasi.
Hasil Asesmen BPBD Kabupaten Buleleng
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng telah melakukan asesmen langsung di lokasi untuk mengetahui tingkat kerusakan yang terjadi. Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, struktur utama panggung seni dan budaya tersebut mengalami kerusakan serius. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, menyampaikan bahwa gelombang pasang telah menggerus bagian penting bangunan, khususnya pada sektor pondasi.
Pondasi panggung yang memiliki ukuran sekitar enam meter panjang, empat setengah meter lebar, dan kedalaman dua meter di laporkan jebol akibat terjangan air laut. Kerusakan ini mengakibatkan stabilitas bangunan menurun secara signifikan dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna.
Kerusakan Lantai Panggung dan Ruang Pendukung
Selain pondasi, lantai panggung yang terbuat dari cor beton dengan ketebalan kurang lebih empat sentimeter juga mengalami kerusakan berat. Retakan dan bagian lantai yang terkikis menunjukkan bahwa struktur tersebut tidak lagi layak di gunakan untuk aktivitas publik.
Tidak hanya panggung utama, bangunan pendukung berupa ruang rias yang terletak di bagian belakang panggung turut terdampak abrasi. Pondasi dan lantai ruang rias dengan luas sekitar tiga setengah meter persegi mengalami retakan yang cukup serius akibat hempasan gelombang laut. Kondisi ini di nilai berbahaya karena dapat menyebabkan keruntuhan bangunan jika tetap di gunakan.
BPBD menegaskan bahwa area ruang rias dan panggung untuk sementara waktu harus di kosongkan guna menghindari risiko kecelakaan bagi masyarakat.

Bangunan Panggung seni dan budaya di Pantai Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, rusak akibat abrasi.
Estimasi Kerugian Akibat Kerusakan Bangunan
Berdasarkan perhitungan awal, nilai kerugian akibat kerusakan panggung seni dan budaya di Pantai Desa Giri Emas di taksir mencapai sekitar dua ratus juta rupiah. Angka tersebut mencakup kerusakan pondasi, lantai panggung, serta bangunan pendukung lainnya.
Kerugian ini tidak hanya berdampak pada aspek fisik bangunan. Tetapi juga berpengaruh terhadap aktivitas sosial dan budaya masyarakat desa yang selama ini memanfaatkan panggung tersebut sebagai ruang ekspresi seni dan pelestarian budaya lokal.
Upaya Penanganan dan Rekomendasi Pencegahan
Sebagai langkah awal untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, aparatur Desa Giri Emas telah melakukan pengamanan sementara dengan memasang tanggul pasir di sekitar pondasi bangunan. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi dampak langsung gelombang laut terhadap struktur yang masih tersisa.
BPBD Kabupaten Buleleng juga memberikan sejumlah rekomendasi strategis untuk penanganan jangka menengah dan panjang. Salah satu rekomendasi utama adalah relokasi panggung seni dan budaya ke lokasi yang lebih jauh dari garis pantai. Pemindahan ini di nilai penting untuk mengurangi risiko abrasi berulang yang dapat kembali merusak bangunan di masa mendatang.
Selain itu, BPBD menyarankan pemasangan tanda peringatan dan pengaman di sekitar area pantai agar masyarakat lebih waspada saat beraktivitas di kawasan tersebut. Upaya mitigasi ini di harapkan dapat meningkatkan keselamatan publik sekaligus menjaga keberlanjutan fasilitas budaya desa.
Pentingnya Perencanaan Infrastruktur di Wilayah Pesisir
Kasus kerusakan panggung seni dan budaya di Pantai Desa Giri Emas menjadi pengingat pentingnya perencanaan pembangunan infrastruktur di wilayah pesisir. Faktor lingkungan seperti abrasi dan gelombang pasang harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan lokasi dan desain bangunan. Terutama yang di gunakan untuk kepentingan publik.
Dengan perencanaan yang lebih matang dan penerapan langkah mitigasi yang tepat. Di harapkan infrastruktur budaya di kawasan pesisir dapat bertahan lebih lama serta tetap aman digunakan oleh masyarakat.