Tradisi Marakka – Gotong royong merupakan salah satu nilai fundamental dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Nilai ini tidak hanya menjadi simbol kebersamaan. Tetapi juga berfungsi sebagai mekanisme sosial dalam menyelesaikan berbagai persoalan kolektif. Salah satu bentuk konkret dari praktik gotong royong yang masih lestari hingga kini adalah tradisi Marakka’ Bola. Yaitu kegiatan memindahkan rumah panggung secara bersama-sama. Tradisi ini masih dapat ditemukan di Desa Maroneng, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, dan menjadi bukti nyata kuatnya solidaritas sosial masyarakat setempat.
Latar Sosial dan Budaya Tradisi Marakka’ Bola
Marakka’ Bola merupakan tradisi turun-temurun yang berakar pada budaya masyarakat Bugis. Kegiatan ini biasanya di lakukan ketika seseorang hendak memindahkan rumah panggung kayu ke lokasi baru, baik karena faktor keluarga, ekonomi, maupun pertimbangan lingkungan. Berbeda dengan pemindahan rumah modern yang mengandalkan alat berat, Marakka’ Bola mengandalkan kekuatan manusia yang di lakukan secara kolektif dan sukarela.
Menariknya, tradisi ini sering kali di laksanakan setelah pelaksanaan salat Jumat. Waktu tersebut di pilih karena di anggap strategis, mengingat berkumpulnya warga dalam satu tempat ibadah. Melalui pengumuman masjid, masyarakat di ajak untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual dan emosional.

Tradisi Marakka Bola di Pinrang. Rumah raksasa pindah digotong ratusan warga desa.
Proses Pelaksanaan dan Partisipasi Masyarakat
Setelah salat Jumat selesai, ratusan jamaah yang masih mengenakan pakaian ibadah seperti sarung dan kopiah langsung menuju lokasi rumah yang akan di pindahkan. Tanpa adanya sistem upah atau imbalan materi, para lelaki dewasa mengambil posisi di bawah balok-balok kayu rumah panggung. Dengan satu aba-aba komando, rumah tersebut di angkat secara serentak, memperlihatkan koordinasi dan kekompakan yang luar biasa.
Kegiatan ini bukan sekadar pemindahan bangunan, melainkan simbol kebersamaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Sementara kaum pria bertugas mengangkat rumah, kaum perempuan berperan dalam menyiapkan konsumsi sebagai bentuk penghargaan dan ungkapan terima kasih. Sajian yang di sediakan mencerminkan dinamika zaman, dari hidangan tradisional seperti kopi dan kudapan lokal hingga makanan modern, tanpa menghilangkan makna sosial yang terkandung di dalamnya.
Nilai Sosial dan Makna Filosofis
Tradisi Marakka’ Bola mengandung nilai-nilai luhur seperti solidaritas, tolong-menolong, dan kebersamaan. Aktivitas ini memperkuat ikatan sosial antarwarga serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap komunitas. Selain itu, tradisi ini juga menjadi sarana silaturahmi lintas generasi, di mana nilai-nilai budaya di wariskan secara langsung melalui praktik nyata, bukan sekadar narasi.
Dari sudut pandang sosiologis, Marakka’ Bola berfungsi sebagai mekanisme penguatan modal sosial masyarakat. Kepercayaan, norma, dan jaringan sosial yang terbentuk melalui kegiatan ini berkontribusi pada ketahanan sosial desa, terutama dalam menghadapi perubahan sosial dan ekonomi.
Tantangan Modernisasi dan Upaya Pelestarian
Di tengah arus modernisasi dan meningkatnya penggunaan material beton dalam pembangunan rumah, tradisi Marakka’ Bola menghadapi tantangan serius. Rumah panggung kayu yang menjadi objek utama tradisi ini semakin jarang di temukan. Namun, pelaksanaan Marakka’ Bola di awal tahun 2026 menunjukkan bahwa nilai gotong royong masih hidup dan relevan.
Pelestarian tradisi ini memerlukan kesadaran kolektif serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan institusi pendidikan. Dokumentasi, penelitian, dan pengenalan tradisi kepada generasi muda menjadi langkah penting. Agar Marakka’ Bola tidak sekadar menjadi kenangan, melainkan tetap menjadi bagian dari identitas budaya lokal.
Kesimpulan
Tradisi Marakka’ Bola di Desa Maroneng merupakan cerminan nyata dari kuatnya nilai gotong royong dalam masyarakat pedesaan Indonesia. Lebih dari sekadar aktivitas memindahkan rumah, tradisi ini mengandung makna sosial, budaya, dan filosofis yang mendalam. Di tengah perubahan zaman, Marakka’ Bola menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan solidaritas masih menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan berkelanjutan.