Panduan perjalanan internasional FODOR’S Travel secara resmi memasukkan Kepulauan Canary di Spanyol ke dalam kategori “Daftar Terlarang” untuk rekomendasi destinasi tahun 2026. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan wisata tersebut mengalami lonjakan jumlah pengunjung yang sangat tinggi. Kondisi tersebut di nilai mulai mengancam keseimbangan lingkungan serta kenyamanan hidup masyarakat lokal.

FODOR’S Travel menyebutkan bahwa pertumbuhan sektor pariwisata yang tidak terkendali telah memberikan dampak nyata terhadap lanskap alam Kepulauan Canary yang di kenal rapuh. Wilayah ini memiliki ekosistem unik berupa pantai vulkanik, hutan kuno, serta habitat satwa endemik. Ketika arus wisatawan meningkat secara pesat, tekanan terhadap sumber daya alam pun ikut bertambah. Akibatnya, aktivitas harian penduduk setempat mulai terganggu.

Dampak Pariwisata Berlebihan terhadap Kehidupan Penduduk

Kepulauan Canary memang sejak lama menjadi salah satu motor penggerak ekonomi di Spanyol. Sebagian besar pendapatan daerah berasal dari pengeluaran wisatawan yang datang dari berbagai negara. Namun kenyataannya, manfaat ekonomi tersebut belum sepenuhnya di rasakan oleh masyarakat yang tinggal di pulau-pulau tersebut. Menurut laporan yang di kutip dalam panduan global itu, ketergantungan pada wisata tidak selalu sejalan dengan peningkatan kesejahteraan penduduk lokal.

Banyak warga menilai bahwa keuntungan finansial lebih banyak mengalir ke perusahaan besar dan investor luar di bandingkan komunitas setempat. Lapangan pekerjaan memang tersedia, tetapi sebagian besar berada pada sektor jasa berupah rendah. Kondisi ini membuat standar hidup masyarakat tidak mengalami perubahan signifikan meskipun jumlah kunjungan terus meningkat setiap tahun.

Beberapa pulau utama seperti Tenerife, Lanzarote, dan Gran Canaria di anggap menjadi korban paling nyata dari fenomena pariwisata berlebihan. Kepadatan wisatawan menyebabkan harga properti melonjak, kemacetan meningkat, dan ruang publik semakin sempit. Di sisi lain, budaya lokal yang menjadi identitas kawasan perlahan mulai terpinggirkan oleh kebutuhan industri pariwisata.

Kepulauan Canary

Kunjungi Kepulauan Canary: Terbaik di Kepulauan Canary, Travel Spanyol 2026.

 

Data Lonjakan Wisatawan pada Pulau Populer

Pada tahun 2025, berbagai laporan menunjukkan betapa besarnya arus kunjungan ke Kepulauan Canary. Pulau Lanzarote di laporkan telah menerima lebih dari dua juta wisatawan hanya pada paruh pertama tahun tersebut. Angka ini jauh melampaui kapasitas ideal yang mampu di tanggung oleh pulau kecil itu. Infrastruktur lokal mulai kewalahan melayani kebutuhan akomodasi, transportasi, dan pengelolaan limbah.

Tenerife menjadi pulau dengan kunjungan terbanyak. Perkiraan menunjukkan lebih dari 670 ribu wisatawan datang pada bulan Maret saja. Padahal sebelumnya, pulau ini hanya menerima sekitar 20 ribu hingga 30 ribu pengunjung per tahun. Peningkatan ekstrem tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai keberlanjutan lingkungan hidup di masa mendatang. Jika pola ini terus berlangsung, kualitas alam yang menjadi daya tarik utama kawasan bisa mengalami penurunan serius.

El Hierro sebagai Hidden Gem yang Terjaga

Di tengah keramaian yang melanda pulau-pulau besar, terdapat satu kawasan yang masih relatif tenang dan terjaga, yaitu Pulau El Hierro. Pulau ini merupakan wilayah paling barat sekaligus termuda di Kepulauan Canary. El Hierro muncul dari Samudra Atlantik sekitar 1,2 juta tahun lalu akibat rangkaian letusan gunung berapi bawah laut. Proses geologis tersebut membentuk lanskap alam yang liar dan eksotis.

El Hierro di kenal memiliki karakter alam yang berbeda di bandingkan pulau lainnya. Wilayahnya di dominasi oleh hutan lebat, tebing curam, gunung berapi, serta area tandus yang memikat. Seluruh kawasan pulau ini di tetapkan sebagai Cagar Biosfer dan Geopark oleh UNESCO. Status tersebut membuat pemerintah setempat sangat berhati-hati dalam mengelola pembangunan pariwisata.

Salah satu ikon wisata paling terkenal di pulau ini adalah Sabinar, pohon juniper kuno yang tumbuh meliuk-liuk akibat terpaan angin kencang secara terus menerus. Selain itu, terdapat spesies satwa endemik bernama Kadal Raksasa El Hierro. Hewan ini sempat di nyatakan punah, tetapi kembali di temukan pada dekade 1970-an. Keberadaan satwa langka tersebut menjadi bukti bahwa ekosistem El Hierro masih terpelihara dengan baik.

Aktivitas Wisata Alam di Pulau El Hierro

Berbeda dengan pulau populer lainnya, El Hierro memiliki sangat sedikit pantai berpasir. Asal-usul vulkanik membuat sebagian besar garis pantainya berupa batuan lava. Meskipun demikian, pengunjung tetap dapat menikmati kegiatan berenang di Charcos, yaitu kolam alami yang terbentuk oleh aliran lava purba. Kolam ini menawarkan pengalaman unik dengan air laut jernih dan suasana tenang.

Pulau ini juga menjadi surga bagi para pendaki dan pencinta petualangan. Tersedia banyak jalur trekking dengan tingkat kesulitan beragam. Salah satu rute paling menantang adalah Camino de Jinama. Jalur tersebut mengarah ke Lembah El Golfo dan menyuguhkan panorama alam terbaik di kawasan kepulauan. Lanskapnya yang beragam, mulai dari hutan berkabut hingga dataran vulkanik, memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman berbeda.

Dari sisi iklim, El Hierro termasuk destinasi yang nyaman di kunjungi hampir sepanjang tahun. Pada bulan Februari, pulau ini menjadi salah satu tempat terhangat di Eropa. Suhu tertinggi pada siang hari berkisar antara 17 hingga 19 derajat Celcius. Rata-rata sinar matahari mencapai tujuh jam per hari dengan curah hujan sangat rendah, hanya sekitar empat hari sepanjang bulan. Kondisi ini membuat wisatawan tetap dapat menikmati aktivitas luar ruangan dengan optimal.

Keterbatasan Akses Membantu Menjaga Keaslian Pulau

Faktor penting yang membuat El Hierro tetap berstatus hidden gem adalah keterbatasan akses transportasi. Bandara El Hierro tidak melayani penerbangan internasional langsung. Pulau ini hanya dapat di jangkau melalui rute domestik di Spanyol yang terhubung ke Tenerife Utara dan Gran Canaria. Kondisi tersebut secara alami membatasi jumlah wisatawan yang datang sehingga pulau tetap terhindar dari kepadatan.

Otoritas pariwisata El Hierro memilih strategi peningkatan pengunjung secara bertahap. Mereka berkomitmen penuh pada prinsip pembangunan berkelanjutan. Direktur pariwisata dan transportasi Pulau El Hierro, Davinia Suárez Armas, menegaskan bahwa sektor pariwisata akan terus di kembangkan tanpa merusak kualitas hidup penduduk maupun sumber daya alam pulau.

Menurutnya, pemerintah lebih mengutamakan pelestarian budaya lokal di bandingkan mengejar jumlah kunjungan besar-besaran. Masyarakat setempat ingin berbagi cara hidup yang tenang dan harmonis dengan para pengunjung yang datang. Pendekatan ini di harapkan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, serta keberlanjutan sosial di Pulau El Hierro.

Kesimpulan

Kasus yang terjadi di Kepulauan Canary menjadi pelajaran penting bagi pengelola destinasi wisata dunia. Pariwisata memang mampu meningkatkan pendapatan daerah, tetapi harus di kelola secara bijak agar tidak menimbulkan dampak negatif. Lonjakan wisatawan yang terlalu cepat tanpa perencanaan matang dapat mengancam ekosistem alam dan kesejahteraan penduduk lokal.

Di sisi lain, Pulau El Hierro menunjukkan contoh bagaimana pariwisata dapat di kembangkan secara lebih bertanggung jawab. Dengan komitmen kuat pada keberlanjutan, pulau kecil ini tetap mampu menarik wisatawan tanpa kehilangan identitas dan keaslian alamnya. Pendekatan tersebut menjadi model ideal bagi pembangunan sektor pariwisata yang berorientasi jangka panjang.