WNA Kanada – Seorang warga negara asing (WNA) asal Kanada berinisial ML, yang juga di kenal dengan nama Marc, di temukan meninggal dunia di sebuah kamar hotel yang berlokasi di kawasan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat, 13 Februari. Pria berusia 62 tahun tersebut di duga mengakhiri hidupnya sendiri saat berada di kamar hotel tempat ia menginap.

Peristiwa ini sontak mengundang perhatian publik, mengingat Labuan Bajo merupakan salah satu destinasi wisata internasional yang ramai di kunjungi wisatawan mancanegara. Aparat kepolisian setempat langsung melakukan penanganan dan penyelidikan awal guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

Kronologi Penemuan Korban oleh Pihak Hotel

Korban pertama kali di ketahui dalam kondisi tidak bernyawa oleh dua petugas kebersihan hotel, yakni Bruno dan Yuven. Pada awalnya, Bruno mendatangi kamar korban untuk melakukan pembersihan rutin. Namun, saat itu ia melihat korban sedang duduk di atas tempat tidur sehingga ia mengurungkan niat untuk membersihkan kamar dan meninggalkan ruangan tersebut.

Sekitar satu jam kemudian, Bruno kembali menuju kamar yang sama untuk melanjutkan tugasnya. Ia sempat mengetuk pintu kamar, namun tidak mendapatkan respons dari dalam. Karena tidak ada jawaban, Bruno kemudian membuka pintu kamar dan masuk ke dalam ruangan. Di saat itulah ia mendapati korban telah meninggal dunia.

Korban di temukan dalam posisi duduk di atas kasur dengan kondisi leher terikat tali yang di sambungkan ke bagian tiang kayu penyangga lemari di dalam kamar. Temuan tersebut segera di laporkan kepada pihak manajemen hotel dan di teruskan ke aparat kepolisian.

WNA Kanada

Ilustrasi Mayat.

Keterangan Saksi dan Aktivitas Terakhir Korban

Petugas keamanan hotel bernama Venansius memberikan keterangan bahwa dirinya sempat berinteraksi dengan korban pada Kamis malam, sehari sebelum korban di temukan meninggal. Saat itu, Venansius sedang melakukan pengecekan fasilitas hotel berupa pompa air. Ia dan korban sempat saling menyapa dalam suasana yang di nilai normal.

Selain itu, pada Jumat sekitar pukul 11.00 WITA, Venansius kembali melihat korban berada di area restoran hotel. Namun, pada pertemuan tersebut tidak terjadi komunikasi atau interaksi di antara keduanya. Berdasarkan keterangan pihak hotel, korban di ketahui menginap seorang diri selama beberapa hari tanpa menerima kunjungan dari tamu lain.

Tindakan Kepolisian dan Olah Tempat Kejadian Perkara

Setelah menerima laporan, aparat kepolisian dari Polres Manggarai Barat segera mendatangi lokasi kejadian. Tim Inafis di terjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan bukti-bukti pendukung dan memastikan tidak adanya unsur tindak pidana lain.

Dalam proses pemeriksaan kamar hotel, petugas menemukan sejumlah barang pribadi milik korban, di antaranya paspor, dompet yang berisi uang tunai dan dokumen identitas, serta kartu tanda pengenal dan lencana kepolisian militer Kanada atas nama korban. Seluruh barang tersebut di amankan sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Pihak kepolisian membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa hingga saat ini penyelidikan masih terus dilakukan. Aparat belum dapat menyimpulkan motif yang melatarbelakangi dugaan tindakan bunuh diri tersebut.

Sejumlah saksi telah di mintai keterangan, termasuk staf hotel yang berinteraksi langsung dengan korban selama masa menginap. Berdasarkan keterangan sementara, tidak ditemukan adanya tamu lain yang secara rutin bertemu atau berhubungan dengan korban selama berada di hotel.

Kasus ini masih dalam penanganan aparat berwenang, sembari menunggu hasil penyelidikan lanjutan guna memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi dan latar belakang kejadian yang menimpa WNA asal Kanada tersebut.