Diplomasi Global Presiden Prabowo – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melaksanakan kunjungan kerja ke Inggris dan Swiss pada 18 Januari 2026. Lawatan ini merupakan bagian dari agenda diplomasi aktif pemerintah Indonesia dalam memperkuat hubungan bilateral serta meningkatkan peran Indonesia dalam forum global. Kunjungan tersebut mencerminkan orientasi kebijakan luar negeri yang menekankan kerja sama strategis, dialog internasional, dan komitmen terhadap isu-isu global.
Keberangkatan Presiden di lakukan dari Jakarta menuju London, sebelum kemudian melanjutkan perjalanan ke Davos, Swiss. Rangkaian agenda yang di jalani menempatkan Indonesia pada posisi strategis dalam percaturan internasional, khususnya dalam bidang ekonomi, maritim, dan lingkungan hidup.
Penguatan Hubungan Bilateral Indonesia–Inggris
Dalam kunjungan ke London, Presiden Prabowo di jadwalkan melakukan pertemuan resmi dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Pertemuan tersebut di fokuskan pada pembahasan penguatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Inggris, terutama pada sektor ekonomi dan maritim yang di nilai memiliki potensi besar untuk di kembangkan.
Sektor ekonomi menjadi salah satu prioritas utama dalam dialog bilateral ini, mengingat pentingnya peningkatan investasi, perdagangan, dan kolaborasi industri antara kedua negara. Di sisi lain, kerja sama maritim juga menjadi agenda strategis mengingat posisi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan kepentingan besar dalam keamanan laut dan jalur perdagangan internasional.
Melalui pertemuan ini, Indonesia berupaya memperluas kemitraan yang saling menguntungkan serta memperkuat hubungan diplomatik yang telah terjalin lama dengan Inggris.

Prabowo Awali Kunker Luar Negeri 2026 ke Inggris dan Swiss.
Dialog Lingkungan dengan Raja Charles III
Selain agenda pemerintahan, Presiden Prabowo juga di jadwalkan melakukan pertemuan dengan Raja Charles III. Pertemuan ini menitikberatkan pada isu pelestarian lingkungan dan konservasi alam. Salah satu topik utama yang dibahas adalah upaya perlindungan keanekaragaman hayati, termasuk konservasi satwa liar seperti gajah.
Dialog ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menempatkan isu lingkungan sebagai bagian penting dari kebijakan luar negeri. Keterlibatan tokoh filantropi internasional dalam pembahasan tersebut. Mencerminkan pendekatan kolaboratif dalam menghadapi tantangan global terkait perubahan iklim dan degradasi lingkungan.
Pendekatan ini sejalan dengan komitmen Indonesia untuk menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan.
Partisipasi Indonesia dalam Forum Ekonomi Global di Swiss
Agenda kunjungan kerja Presiden Prabowo di lanjutkan ke Davos, Swiss, untuk menghadiri forum ekonomi internasional, World Economic Forum. Dalam forum tersebut, Presiden di jadwalkan menyampaikan pidato utama di hadapan para pemimpin dunia, pelaku usaha global, dan pengambil kebijakan internasional.
Kehadiran Indonesia dalam forum ini menjadi sarana penting untuk menyampaikan visi pembangunan nasiona. Memperkuat citra positif di mata dunia internasional, serta membuka peluang kerja sama ekonomi dan investasi. Selain pidato utama, Presiden juga di jadwalkan melakukan dialog strategis dengan pimpinan perusahaan multinasional.
Partisipasi aktif dalam forum ini menegaskan peran Indonesia sebagai aktor penting dalam diskursus ekonomi global.
Koordinasi Nasional Sebelum Keberangkatan
Sebelum memulai kunjungan kerja ke luar negeri, Presiden Prabowo melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Pertemuan tersebut membahas perkembangan informasi terkini yang relevan dengan agenda kenegaraan.
Koordinasi antara Presiden dan pimpinan legislatif ini menunjukkan pentingnya sinergi antar lembaga negara dalam menjaga stabilitas pemerintahan. Terutama ketika Presiden menjalankan tugas diplomatik di luar negeri.
Penutup
Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Inggris dan Swiss merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional. Melalui diplomasi bilateral, dialog lingkungan, dan partisipasi dalam forum ekonomi global. Sehingga Indonesia menunjukkan komitmen aktif dalam membangun kerja sama internasional yang berkelanjutan dan berorientasi pada kepentingan nasional jangka panjang.