Vertigo – Keluhan vertigo sering kali meningkat pada awal bulan puasa. Kondisi ini di tandai dengan sensasi pusing berputar yang muncul secara mendadak, di sertai rasa kepala ringan, ketidakseimbangan saat berdiri, mual, serta tubuh yang terasa lemas. Bagi sebagian orang, vertigo dapat mengganggu aktivitas harian dan menurunkan kualitas hidup, terutama ketika tubuh masih dalam tahap adaptasi terhadap perubahan pola makan dan istirahat selama Ramadan.
Menurut dr. Irwan Heriyanto, MARS, Board of Medical Excellence di Halodoc, vertigo merupakan gangguan yang berkaitan erat dengan sistem keseimbangan tubuh. Ia menjelaskan bahwa keluhan pusing berputar pada vertigo terjadi akibat adanya gangguan pada mekanisme keseimbangan yang bekerja secara kompleks di dalam tubuh manusia.
Perubahan Pola Tidur sebagai Faktor Pemicu Vertigo
Salah satu faktor utama yang berperan dalam munculnya vertigo saat puasa adalah perubahan pola tidur. Selama Ramadan, banyak individu harus bangun lebih dini untuk sahur, sehingga waktu tidur malam menjadi lebih singkat atau terpotong. Kondisi ini menyebabkan ritme biologis tubuh mengalami gangguan.
Kurang tidur dapat berdampak langsung pada sistem saraf pusat yang berfungsi mengatur keseimbangan dan koordinasi tubuh. Ketika tubuh tidak memperoleh waktu istirahat yang cukup, kemampuan otak dalam mengolah sinyal keseimbangan menjadi menurun. Akibatnya, seseorang menjadi lebih rentan mengalami pusing, terutama saat perubahan posisi tubuh.
Perubahan jam tidur ini sering di rasakan lebih berat oleh kelompok tertentu, seperti ibu rumah tangga yang harus menyiapkan sahur atau individu dengan jam kerja yang padat. Adaptasi yang tidak optimal terhadap pola tidur baru dapat memicu kelelahan kronis dan memperbesar risiko terjadinya vertigo.

Ilustrasi Vertigo.
Peran Cairan dan Elektrolit dalam Menjaga Keseimbangan Tubuh
Selain faktor tidur, asupan cairan dan elektrolit juga memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh selama puasa. Tubuh manusia membutuhkan cairan yang cukup untuk memastikan fungsi organ berjalan normal, termasuk sistem keseimbangan di telinga bagian dalam.
Sistem vestibular yang berada di telinga kanan dan kiri berfungsi sebagai pusat keseimbangan tubuh. Ketika terjadi kekurangan cairan atau ketidakseimbangan elektrolit, kinerja sistem vestibular dapat terganggu. Kondisi ini memicu sinyal yang tidak sinkron ke otak, sehingga muncul sensasi pusing berputar yang khas pada vertigo.
Selama puasa, risiko dehidrasi meningkat apabila asupan cairan saat sahur dan berbuka tidak terpenuhi dengan baik. Oleh karena itu, pengaturan konsumsi air dan elektrolit menjadi langkah penting untuk mencegah gangguan keseimbangan.
Pengaruh Perubahan Posisi Tubuh terhadap Vertigo
Faktor lain yang sering memicu vertigo adalah perubahan posisi tubuh secara mendadak, terutama saat bangun dari tidur. Pada waktu sahur, tidak sedikit orang terbangun secara tiba-tiba karena khawatir terlambat makan sebelum imsak. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan aliran darah ke otak dalam waktu singkat.
Bangun secara mendadak dari posisi berbaring ke duduk atau berdiri dapat menimbulkan gangguan adaptasi pada sistem keseimbangan. Akibatnya, tubuh merespons dengan sensasi pusing, pandangan berkunang-kunang, atau rasa tidak stabil. Risiko ini akan semakin besar jika tubuh dalam kondisi kurang tidur atau mengalami dehidrasi.
Strategi Pencegahan Vertigo Selama Puasa
Upaya pencegahan vertigo selama Ramadan dapat di lakukan melalui beberapa langkah sederhana namun efektif. Menjaga kualitas tidur dengan mengatur waktu istirahat yang cukup sangat dianjurkan, misalnya dengan tidur lebih awal pada malam hari. Selain itu, mencukupi kebutuhan cairan dengan pola minum yang teratur antara berbuka dan sahur juga penting untuk menjaga keseimbangan elektrolit.
Saat bangun sahur, di sarankan untuk melakukan perubahan posisi tubuh secara perlahan, di mulai dari duduk sejenak sebelum berdiri. Langkah ini membantu sistem keseimbangan beradaptasi secara bertahap dan mengurangi risiko pusing mendadak.
Dengan memahami faktor-faktor pemicu vertigo selama puasa, individu di harapkan dapat melakukan langkah pencegahan yang tepat. Adaptasi pola hidup yang sehat selama Ramadan tidak hanya membantu menjalankan ibadah dengan lebih nyaman, tetapi juga menjaga keseimbangan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.