Daihatsu K-Vision – menjadi salah satu mobil konsep yang menarik perhatian dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Daihatsu tidak hanya membawa kendaraan konsep tersebut ke hadapan pengunjung. Produsen asal Jepang itu juga memperkenalkan teknologi penggerak yang berpotensi menjadi bagian penting K-Vision apabila memasuki tahap produksi.

Teknologi tersebut menggunakan sistem e-SMART Hybrid yang Daihatsu kembangkan untuk kendaraan berdimensi kompak. Sistem ini menggabungkan mesin bensin berkapasitas 660 cc dengan motor listrik dan Power Control Unit (PCU).

Konsep tersebut sesuai dengan karakter K-Vision sebagai kendaraan berukuran kecil. Daihatsu merancang seluruh komponen utama secara ringkas untuk menekan ukuran sekaligus bobot sistem penggerak. Dengan pendekatan ini, teknologi hybrid dapat di terapkan tanpa mengorbankan karakter praktis sebuah kendaraan kompak.

Kehadiran teknologi tersebut juga memberikan gambaran mengenai arah pengembangan kendaraan kecil Daihatsu. Perusahaan berupaya menggabungkan efisiensi, elektrifikasi, serta kebutuhan mobilitas sehari-hari dalam satu paket kendaraan.

e-SMART Hybrid Mengandalkan Motor Listrik

Sistem e-SMART Hybrid memiliki cara kerja yang berbeda di bandingkan teknologi hybrid konvensional. Motor listrik memegang peran utama untuk menggerakkan roda kendaraan. Sementara itu, mesin bensin 660 cc mendukung sistem dalam menghasilkan energi listrik.

Konfigurasi tersebut membuat kendaraan memiliki karakter berkendara yang mendekati mobil listrik. Penggunaan motor sebagai penggerak roda menawarkan respons yang lebih cepat sekaligus menjaga tingkat kebisingan tetap rendah.

Daihatsu juga menyesuaikan sistem ini dengan kebutuhan kendaraan kecil. Mesin bensin, motor listrik, dan PCU terintegrasi dalam konfigurasi yang kompak. Pengaturan tersebut membantu produsen mengoptimalkan ruang yang tersedia pada kendaraan berdimensi kecil.

Pendekatan ini menjadi penting karena kendaraan kompak memiliki keterbatasan ruang di bandingkan mobil berukuran lebih besar. Oleh sebab itu, setiap komponen membutuhkan desain yang efisien agar tidak menambah bobot secara berlebihan.

Efisiensi Bahan Bakar Diklaim Naik Lebih dari 20 Persen

Efisiensi menjadi salah satu keunggulan utama yang Daihatsu tawarkan melalui teknologi e-SMART Hybrid. Perusahaan mengklaim sistem tersebut mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar lebih dari 20 persen di bandingkan sistem penggerak konvensional.

Sebagai perbandingan, kendaraan konvensional umumnya mengandalkan mesin pembakaran internal yang menyalurkan tenaga menuju roda melalui transmisi, termasuk CVT. Sementara itu, e-SMART Hybrid memanfaatkan motor listrik sebagai penggerak utama.

Cara kerja tersebut memungkinkan sistem mengelola penggunaan energi secara lebih optimal. Mesin bensin dapat bekerja untuk mendukung produksi energi listrik, sedangkan motor listrik bertugas memberikan tenaga penggerak ke roda.

Efisiensi yang lebih tinggi tentu menjadi aspek penting bagi kendaraan perkotaan. Mobil berukuran kecil umumnya banyak di gunakan untuk perjalanan harian dengan kondisi lalu lintas yang padat. Karena itu, penggunaan energi yang lebih efisien dapat menjadi nilai tambah bagi calon konsumen.

Daihatsu K-Vision e-SMART Hybrid 660 cc di GIIAS 2026

Mesin hybrid series Daihatsu di GIIAS 2026

Bisa Menjadi Sumber Listrik Cadangan

Daihatsu tidak hanya menonjolkan aspek efisiensi dari e-SMART Hybrid. Teknologi ini juga menawarkan fungsi tambahan sebagai sumber listrik cadangan dalam situasi tertentu.

Energi yang tersedia dalam sistem kendaraan dapat di manfaatkan untuk mendukung kebutuhan listrik ketika sumber utama tidak tersedia. Daihatsu mengklaim sistem tersebut mampu menyediakan pasokan listrik cadangan hingga empat hari.

Namun, durasi pemakaian tentu bergantung pada jumlah perangkat serta kebutuhan energi pengguna. Semakin tinggi konsumsi listrik, semakin cepat pula energi yang tersedia akan berkurang.

Fitur tersebut dapat memberikan manfaat dalam berbagai kondisi. Misalnya, pemilik dapat memanfaatkan kendaraan sebagai sumber energi sementara ketika terjadi pemadaman listrik atau dalam kondisi darurat lainnya.

Dengan demikian, kendaraan tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi. Teknologi elektrifikasi juga membuka peluang agar mobil memiliki fungsi tambahan sebagai sumber energi bergerak.

Tiga Keunggulan Utama Teknologi e-SMART Hybrid

Secara keseluruhan, Daihatsu menonjolkan tiga kelebihan dari teknologi e-SMART Hybrid. Pertama, motor listrik menggerakkan roda sehingga kendaraan dapat memberikan respons yang cepat sekaligus karakter berkendara yang lebih senyap.

Kedua, teknologi tersebut menawarkan peningkatan efisiensi bahan bakar. Daihatsu mengklaim peningkatannya dapat mencapai lebih dari 20 persen di bandingkan sistem penggerak konvensional yang memanfaatkan mesin pembakaran internal dan CVT.

Ketiga, sistem dapat berfungsi sebagai sumber listrik darurat. Dalam kondisi tertentu, energi kendaraan bisa mendukung kebutuhan listrik hingga empat hari, bergantung pada pola penggunaan.

Meski Daihatsu telah memperlihatkan teknologi penggeraknya di GIIAS 2026, K-Vision masih berstatus sebagai kendaraan konsep. Karena itu, spesifikasi akhir maupun kepastian penggunaan mesin tersebut pada versi produksi masih menunggu perkembangan selanjutnya.

Namun, kehadiran K-Vision dan e-SMART Hybrid memberikan gambaran mengenai potensi teknologi elektrifikasi Daihatsu untuk segmen kendaraan kecil. Kombinasi motor listrik, mesin bensin 660 cc, desain kompak, serta fungsi sumber listrik cadangan menjadi pendekatan yang menarik untuk mendukung mobilitas perkotaan yang semakin mengutamakan efisiensi.