Black Forest – semakin menarik perhatian wisatawan Eropa yang ingin menikmati liburan dengan udara lebih sejuk. Kawasan hutan di barat daya Jerman itu kini menjadi salah satu tujuan coolcation, terutama bagi pelancong asal Spanyol dan Italia.

Perubahan tersebut muncul seiring bergesernya tren perjalanan wisata di Eropa. Wisatawan mulai mempertimbangkan kondisi cuaca ketika menentukan tujuan liburan. Destinasi berhawa sejuk pun semakin dilirik sebagai alternatif kawasan dengan suhu tinggi saat musim panas.

Di sisi lain, sektor pariwisata Jerman terus menunjukkan perkembangan positif. Wisatawan domestik masih mendominasi perjalanan ke berbagai wilayah di negara tersebut. Mereka mengunjungi beragam destinasi, mulai dari kawasan pesisir Laut Baltik hingga Pegunungan Alpen.

Data Kantor Statistik Federal Jerman menunjukkan tingginya aktivitas pariwisata sepanjang enam bulan pertama 2026. Hotel, penginapan, dan area perkemahan mencatat sekitar 223,8 juta kunjungan menginap.

Jumlah tersebut menjadi rekor baru bagi industri pariwisata Jerman. Bahkan, angka itu belum memasukkan wisatawan yang menyewa apartemen atau rumah liburan melalui berbagai platform daring.

Berdasarkan laporan Euronews pada Minggu, 16 Agustus 2026, wisatawan Jerman juga mendominasi pemesanan akomodasi liburan secara daring. Setelah Jerman, pemesanan terbanyak berasal dari wisatawan Belanda, Polandia, dan Amerika Serikat.

Namun, pola kunjungan wisatawan asing memperlihatkan perkembangan menarik di beberapa destinasi. Salah satunya terjadi di Black Forest. Kawasan tersebut semakin populer di kalangan wisatawan dari Eropa Selatan, khususnya Spanyol dan Italia.

Wisatawan Spanyol dan Italia Memilih Udara Lebih Sejuk

Popularitas Black Forest tidak hanya berkaitan dengan kue cokelat yang namanya telah di kenal secara internasional. Kawasan ini juga menawarkan lingkungan alami dan udara pegunungan yang menjadi daya tarik tersendiri.

Karakter tersebut membuat Black Forest berkembang sebagai destinasi coolcation. Istilah ini merujuk pada perjalanan wisata menuju tempat yang memiliki suhu relatif lebih sejuk, terutama ketika destinasi lain menghadapi cuaca musim panas yang panas.

Tren coolcation semakin relevan bagi wisatawan dari negara-negara Eropa Selatan. Saat suhu meningkat, sebagian pelancong mulai mencari alternatif destinasi yang menawarkan kondisi lebih nyaman.

Black Forest mempunyai sejumlah lokasi yang mendukung konsep perjalanan tersebut. Salah satunya Gunung Feldberg yang memiliki ketinggian sekitar 1.493 meter. Wisatawan juga dapat mengunjungi Danau Titisee dengan lanskap khas kawasan pegunungan.

Pemandangan hutan, danau, serta pegunungan memberikan pengalaman berbeda di bandingkan destinasi musim panas di Eropa Selatan. Karena itu, Black Forest mulai disejajarkan dengan Skandinavia dan Skotlandia sebagai alternatif untuk menghindari udara panas.

Menariknya, minat wisatawan tetap tinggi meskipun wilayah barat daya Jerman sempat menghadapi gelombang panas pada musim panas 2026. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah wilayah Eropa lainnya, termasuk Perancis.

Schwarzwald Tourismus GmbH mencatat peningkatan signifikan pada kunjungan wisatawan Spanyol. Sejak 2015, jumlah wisatawan dari negara tersebut yang datang ke Black Forest meningkat sekitar 64 persen.

Sementara itu, data Kantor Statistik Negara Bagian Baden-Württemberg menunjukkan wisatawan Spanyol membukukan sekitar 199.000 malam menginap di Black Forest selama 2025. Wisatawan Italia menyusul dengan sekitar 194.000 malam menginap pada periode yang sama.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa Black Forest semakin memiliki posisi penting di kalangan wisatawan Eropa Selatan. Udara yang relatif sejuk serta kekayaan lanskap alam menjadi bagian dari alasan kawasan ini semakin di minati.

Pemandangan Black Forest di Jerman yang populer sebagai destinasi coolcation wisatawan Eropa.

Black Forest di Jerman

Menjelajahi Hutan dengan Nuansa Dongeng Jerman

Selain menawarkan udara sejuk, Black Forest mempunyai daya tarik budaya dan suasana yang khas. Hutan lebat serta kabut yang sesekali menyelimuti kawasan tersebut menghadirkan atmosfer yang sering di kaitkan dengan cerita rakyat Eropa.

Pemandangan tersebut dapat mengingatkan pengunjung pada berbagai kisah dongeng klasik Jerman. Cerita seperti Hansel and Gretel hingga Little Red Riding Hood kerap diasosiasikan dengan gambaran hutan lebat dan misterius.

Wisatawan dapat merasakan atmosfer tersebut dengan berjalan kaki menyusuri jalur-jalur di dalam hutan. Beberapa bagian menawarkan suasana tenang dengan pepohonan rapat. Ketika kabut turun, nuansa kawasan ini menjadi semakin dramatis.

Pengalaman tersebut juga tidak terbatas pada periode Halloween. Wisatawan tetap dapat menikmati karakter unik Black Forest sepanjang musim, termasuk ketika berkunjung saat liburan musim panas.

Kombinasi antara lanskap alami, udara pegunungan, dan atmosfer khas hutan membuat kawasan ini menawarkan pengalaman yang berbeda. Wisatawan tidak sekadar datang untuk menghindari panas, tetapi juga dapat menjelajahi alam Jerman secara lebih dekat.

Black Forest Jadi Alternatif Liburan Musim Panas

Perkembangan coolcation menunjukkan bahwa suhu mulai menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih destinasi. Wisatawan tidak selalu mencari tempat dengan matahari terik untuk menikmati liburan musim panas.

Sebaliknya, destinasi dengan hutan, danau, serta kawasan pegunungan mulai mendapatkan perhatian lebih besar. Black Forest menjadi salah satu contoh perubahan preferensi tersebut.

Bagi wisatawan Spanyol dan Italia, kawasan ini menawarkan kesempatan untuk meninggalkan sementara suhu tinggi di negara asal mereka. Mereka dapat menikmati aktivitas luar ruangan sekaligus menjelajahi lanskap alam Jerman.

Pada akhirnya, daya tarik Black Forest kini jauh melampaui popularitas kuliner yang menggunakan namanya. Kawasan tersebut berkembang menjadi destinasi coolcation yang menawarkan udara lebih sejuk, panorama pegunungan, dan suasana hutan yang menyerupai latar cerita dongeng.

Tren ini sekaligus memperlihatkan perubahan cara wisatawan menikmati musim panas di Eropa. Ketika suhu menjadi semakin penting dalam perencanaan perjalanan, Black Forest memiliki peluang untuk semakin dikenal sebagai alternatif destinasi liburan berhawa sejuk.