Morgan Holindo – menyelesaikan Eshark Rok Cup 2026 dengan pencapaian penting dalam perjalanan awalnya sebagai pegokar. Meski belum berhasil merebut gelar tertinggi, pembalap muda Indonesia tersebut mampu mengakhiri persaingan National Championship di peringkat kedua.

Hasil itu terasa semakin berarti karena Morgan belum lama berkecimpung dalam olahraga gokar. Ia baru mulai mengenal cabang balap tersebut pada awal 2026. Namun, perkembangan performanya membuat Morgan mampu bersaing hingga papan atas kejuaraan nasional.

Putaran keenam menjadi seri penutup perjalanannya pada kompetisi tahun ini. Sirkuit Karting Internasional Sentul, Bogor, menjadi lokasi perlombaan pada 5-6 September 2026. Morgan datang bersama Dewa United Motorsport dan berusaha mengakhiri musim dengan performa terbaik.

Sayangnya, balapan terakhir tidak berjalan sesuai rencana. Gangguan teknis pada kendaraan memengaruhi perjuangannya ketika menjalani final. Morgan akhirnya mencapai garis finis pada urutan ke-15.

Hasil tersebut memang jauh dari posisi yang ia harapkan. Namun, perolehan angka yang sudah ia kumpulkan sepanjang rangkaian kompetisi membuat posisinya tetap kuat. Poin dari seri-seri sebelumnya mengantarkan Morgan mengakhiri kejuaraan sebagai runner-up nasional.

Performa Menjanjikan Sebelum Final

Morgan sebenarnya memperlihatkan kecepatan kompetitif sejak tahapan awal putaran keenam. Ia bahkan mencatatkan hasil terbaik pada sesi kualifikasi dengan merebut posisi pertama.

Setelah mencatatkan hasil tersebut, Morgan menghadapi sesi Heat. Kali ini, ia menyelesaikan persaingan di urutan kelima. Posisi serupa kembali ia raih ketika menjalani Prefinal.

Catatan tersebut memperlihatkan peluang Morgan untuk memperoleh hasil lebih baik pada perlombaan utama. Akan tetapi, persoalan mesin muncul ketika ia membutuhkan performa kendaraan secara maksimal.

Kendala tersebut akhirnya membuat Morgan kehilangan kesempatan untuk bersaing di barisan depan. Ia harus menerima posisi ke-15 pada akhir perlombaan.

Meski hasil seri pamungkas kurang memuaskan, perjalanan satu musim memberikan gambaran berbeda. Morgan mampu mengumpulkan angka secara berkelanjutan sejak fase awal kompetisi. Konsistensi itulah yang menjadi faktor penting dalam keberhasilannya mempertahankan peringkat kedua hingga kejuaraan berakhir.

Runner-up Jadi Pemacu Target Berikutnya

Peringkat kedua tidak membuat Morgan merasa cukup. Sebaliknya, pencapaian tersebut mendorongnya memasang sasaran yang lebih tinggi untuk perjalanan balap selanjutnya.

Gelar nasional kini menjadi target yang ingin ia kejar. Morgan berharap dapat menjalani kompetisi mendatang tanpa hambatan berarti sehingga mempunyai kesempatan lebih besar untuk mencapai posisi teratas.

Keinginan tersebut muncul setelah ia melihat perkembangan yang berhasil dicapai dalam tahun pertamanya menekuni gokar. Pengalaman dari berbagai putaran Eshark Rok Cup juga memberinya kesempatan memahami persaingan sekaligus meningkatkan kemampuan di lintasan.

Dengan demikian, hasil musim 2026 bukan menjadi tujuan akhir. Morgan menjadikannya sebagai fondasi untuk mengejar pencapaian yang lebih tinggi.

Morgan Holindo tampil di Eshark Rok Cup 2026

Aksi pebalap gokar muda Indonesia, Morgan Holindo yang memakai nomor 15, dalam ajang Eshark Rok Cup Indonesia Round 6, di Sirkuit Karting Internasional Sentul, Bogor, Indonesia, 5-6 September 2026.

Kesempatan Tampil di Italia Dilepas

Status peringkat kedua sebenarnya menghadirkan kesempatan lain bagi Morgan setelah Eshark Rok Cup 2026 berakhir. Ada peluang baginya untuk mengikuti kompetisi dunia yang berlangsung di Italia.

Peluang itu muncul karena Michael Vino, pemegang gelar nasional, memutuskan tidak mengambil kesempatan berangkat ke Italia karena alasan tertentu. Kondisi tersebut membuat Morgan sebagai runner-up memperoleh kesempatan menggantikannya.

Namun, keluarga Morgan memilih jalur berbeda. Mereka tidak mengambil kesempatan tersebut karena pada periode yang sama Morgan harus memberikan perhatian kepada kewajiban akademiknya.

Merlion Sonmoahi, ayah Morgan, menerangkan bahwa putranya sedang berada pada jenjang P6. Morgan juga memiliki agenda ujian untuk melanjutkan pendidikannya ke tingkat berikutnya. Atas pertimbangan tersebut, keluarga menempatkan kegiatan sekolah sebagai fokus utama untuk sementara waktu.

Keputusan melepas kesempatan ke Italia bukan berarti Morgan mengurangi ambisinya dalam gokar. Keluarga justru berharap ia dapat memperoleh peluang serupa pada masa mendatang melalui pencapaiannya sendiri.

Gelar Nasional Menjadi Sasaran Baru

Morgan kini mempunyai motivasi tambahan untuk menghadapi kompetisi berikutnya. Ia ingin mencapai posisi pertama di tingkat nasional dan mendapatkan kesempatan menuju panggung internasional melalui gelar tersebut.

Target itu juga memberi Morgan waktu untuk terus mengembangkan kemampuannya. Pengalaman menghadapi persaingan sepanjang 2026 dapat menjadi bahan evaluasi sebelum ia kembali turun ke lintasan.

Pada saat yang sama, Morgan tetap harus menyeimbangkan aktivitas balap dengan pendidikan. Keluarganya ingin perkembangan karier di dunia motorsport berjalan tanpa mengesampingkan kewajiban sekolah.

Pencapaian sebagai runner-up National Championship akhirnya menjadi salah satu langkah awal dalam perjalanan Morgan Holindo. Setelah menunjukkan kemampuan bersaing pada musim pertamanya, tantangan berikutnya adalah meningkatkan konsistensi dan mengubah posisi kedua tersebut menjadi gelar juara nasional.

Dengan target yang sudah terarah, Morgan memiliki kesempatan untuk kembali mengejar prestasi pada kompetisi mendatang sekaligus membuktikan perkembangannya sebagai salah satu pegokar muda Indonesia.