MilkLife Athletics Challenge 2026 – resmi bergulir di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, mulai 15 hingga 18 Juli 2026. Kejuaraan yang di selenggarakan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation ini menjadi ajang pembinaan. Sekaligus kompetisi bagi ribuan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. Selain menjadi sarana mengasah kemampuan atlet muda, kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi dari kalangan guru yang menilai atletik sebagai fondasi utama dalam pengembangan kemampuan olahraga anak.

Para pendidik yang mendampingi peserta menilai bahwa pembinaan atletik sejak usia dini memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan motorik, kebugaran jasmani. Serta membentuk dasar teknik yang dapat menunjang prestasi di berbagai cabang olahraga lainnya. Oleh karena itu, kejuaraan ini di anggap memberikan manfaat yang lebih luas di banding sekadar mengejar hasil pertandingan.

Atletik Dinilai Menjadi Dasar Pembentukan Kemampuan Fisik Anak

Guru MI NU Baitul Mukminin, Ahmad Rizza Aftoni, menjelaskan bahwa atletik merupakan cabang olahraga yang memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan fisik peserta didik. Menurutnya, hampir seluruh gerakan dasar olahraga berawal dari kemampuan yang di asah melalui nomor-nomor atletik.

Ia menuturkan bahwa latihan atletik mampu melatih koordinasi tubuh, keseimbangan, kecepatan, kelincahan, hingga daya tahan fisik. Kemampuan tersebut kemudian menjadi modal penting ketika seorang anak memilih menekuni cabang olahraga lain.

Rizza mengungkapkan bahwa sejumlah siswa binaannya memulai aktivitas olahraga melalui atletik sebelum akhirnya mengembangkan bakat di cabang lain, seperti sepak bola maupun bola voli. Hal tersebut menunjukkan bahwa atletik tidak hanya berfungsi sebagai olahraga prestasi. Tetapi juga sebagai fondasi dalam pembentukan kemampuan atlet secara menyeluruh.

Selain itu, ia menilai aktivitas atletik mampu mengoptimalkan fungsi anggota tubuh karena melibatkan gerakan dari bagian atas hingga bawah secara bersamaan. Dengan demikian, perkembangan motorik anak dapat berlangsung secara lebih seimbang.

Sekolah Berikan Kesempatan Seluas-Luasnya kepada Siswa

Pada pelaksanaan MilkLife Athletics Challenge 2026, MI NU Baitul Mukminin mengirimkan 27 atlet untuk kategori usia delapan tahun (U8) putra dan putri. Sementara itu, pada kelompok usia 10 tahun (U10), sekolah tersebut berpartisipasi di seluruh nomor pertandingan yang di pertandingkan.

Menurut Rizza, keputusan mengikuti seluruh nomor bertujuan memberikan ruang bagi para siswa. Untuk memperoleh pengalaman bertanding sekaligus mengenali potensi yang mereka miliki. Terlebih, sekolahnya belum sempat berpartisipasi pada penyelenggaraan tahun sebelumnya sehingga kesempatan kali ini di manfaatkan secara maksimal.

Ia berharap pengalaman mengikuti kompetisi dapat meningkatkan rasa percaya diri peserta. Sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi di masa mendatang.

Rizza juga menyampaikan apresiasi kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation yang secara konsisten menghadirkan kejuaraan atletik usia dini. Menurutnya, keberadaan ajang seperti ini sangat membantu sekolah dalam memfasilitasi minat dan bakat siswa di bidang olahraga.

MilkLife Athletics Challenge 2026 digelar di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (15/7/2026).

Pengalaman Bertanding Dinilai Penting bagi Atlet Muda

Pandangan serupa di sampaikan Guru MI NU Pendidikan Islam, Muhammad Nur Hasyim. Ia menegaskan bahwa atletik merupakan dasar dari hampir seluruh cabang olahraga sehingga pembinaannya perlu dilakukan sejak usia dini.

Menurutnya, latihan atletik tidak hanya meningkatkan kondisi fisik, tetapi juga membantu anak membangun koordinasi gerak, kekuatan otot, dan kebugaran secara keseluruhan. Oleh sebab itu, keterlibatan siswa dalam kompetisi atletik menjadi bagian penting dalam proses pembinaan jangka panjang.

Pada kejuaraan kali ini, MI NU Pendidikan Islam mengirimkan 42 peserta yang tersebar di kelompok usia U8, U10, dan U12. Seluruh peserta di berikan kesempatan tampil agar memperoleh pengalaman bertanding yang lebih banyak.

Ia berharap partisipasi tersebut dapat menjadi bekal berharga bagi siswa dalam meningkatkan kemampuan sekaligus meraih prestasi pada berbagai kompetisi berikutnya.

Ribuan Pelajar Ramaikan MilkLife Athletics Challenge 2026

MilkLife Athletics Challenge 2026 di ikuti sebanyak 2.270 atlet pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. Mulai Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Dasar (SD), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Jumlah peserta tersebut menunjukkan tingginya antusiasme sekolah terhadap pembinaan olahraga atletik di tingkat pelajar. Kejuaraan ini sekaligus menjadi salah satu wadah kompetitif bagi atlet muda untuk mengukur kemampuan mereka sejak usia dini.

Adapun distribusi peserta terdiri atas 364 atlet pada kategori usia delapan tahun (KU 8), 831 atlet di kategori usia 10 tahun (KU 10), 692 atlet pada kategori usia 12 tahun (KU 12), 243 atlet di kelompok usia 15 tahun (KU 15), serta 140 atlet pada kategori usia 18 tahun (KU 18).

Melalui penyelenggaraan yang melibatkan ribuan peserta tersebut, MilkLife Athletics Challenge 2026 di harapkan mampu memperkuat ekosistem pembinaan atletik nasional. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga berperan dalam menumbuhkan budaya hidup sehat, semangat sportivitas, dan regenerasi atlet Indonesia sejak usia sekolah.