Ubur-Ubur Beracun Di Pantai Gunungkidul kembali menjadi perhatian setelah belasan wisatawan mengalami sengatan saat menikmati liburan di kawasan pesisir Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Petugas Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron mengimbau seluruh pengunjung agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak menyentuh ubur-ubur yang terlihat di sekitar pantai maupun yang terdampar di bibir pantai.
Kemunculan ubur-ubur beracun atau yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai impes memang sering terjadi pada periode tertentu. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan wisatawan, terutama anak-anak yang kerap tertarik dengan bentuk dan warna ubur-ubur yang mencolok.
Belasan Wisatawan Menjadi Korban Sengatan Ubur-Ubur
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Surisdiyanto, mengungkapkan bahwa pada Minggu (2/8/2026) tercatat sebanyak 15 wisatawan mengalami sengatan ubur-ubur beracun di sejumlah pantai kawasan Gunungkidul.
Menurutnya, jumlah korban terbanyak berasal dari Pantai Sepanjang dengan total 12 orang. Sementara itu, dua wisatawan mengalami sengatan di Pantai Krakal dan satu orang lainnya di Pantai Drini.
Sebagian besar korban merupakan anak-anak. Mereka umumnya mendekati bahkan memegang ubur-ubur karena mengira hewan tersebut aman untuk dimainkan. Padahal, tentakel ubur-ubur masih dapat mengeluarkan racun meskipun hewan itu telah terdampar di daratan.
Surisdiyanto juga menjelaskan bahwa satu korban sempat mengalami sesak napas sehingga petugas memberikan bantuan oksigen sebagai penanganan awal sebelum kondisinya membaik.
Anak-Anak Menjadi Kelompok yang Paling Rentan
Petugas menyebut anak-anak menjadi kelompok yang paling sering tersengat karena rasa ingin tahu mereka sangat tinggi. Bentuk ubur-ubur yang menyerupai gelembung berwarna biru dengan tentakel menjuntai sering kali menarik perhatian mereka.
Banyak anak menganggap ubur-ubur sebagai mainan atau benda laut yang tidak berbahaya. Akibatnya, mereka memegang atau menginjak hewan tersebut tanpa mengetahui risiko yang mengintai.
Karena alasan itu, petugas terus mengingatkan para orang tua agar mengawasi anak-anak selama bermain di kawasan pantai. Pengawasan yang baik dapat mengurangi risiko sengatan sekaligus mencegah terjadinya kondisi darurat.

Ubur-ubur di Pantai Selatan Gunungkidul.
Kenali Gejala Sengatan Ubur-Ubur Beracun
Surisdiyanto menjelaskan bahwa sengatan ubur-ubur biasanya menimbulkan sensasi panas pada bagian tubuh yang terkena tentakel. Setelah itu, kulit dapat berubah menjadi kemerahan disertai rasa gatal yang cukup mengganggu.
Pada beberapa kasus, korban juga merasakan nyeri yang lebih hebat. Jika reaksi tubuh cukup berat, korban bahkan dapat mengalami pusing, lemas, hingga kehilangan kesadaran.
Selain itu, sebagian korban juga mengalami gangguan pernapasan sehingga membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. Oleh sebab itu, wisatawan tidak boleh mengabaikan gejala yang muncul setelah bersentuhan dengan ubur-ubur.
Satlinmas Intensifkan Imbauan dan Patroli Pantai
Untuk mengurangi jumlah korban, Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron terus meningkatkan upaya pencegahan di kawasan wisata pantai.
Petugas memasang papan peringatan di sejumlah titik strategis. Mereka juga rutin memberikan informasi melalui pengeras suara agar wisatawan memahami bahaya ubur-ubur beracun yang sedang bermunculan.
Tidak hanya itu, petugas lapangan secara langsung mengingatkan pengunjung yang terlihat mendekati ubur-ubur. Saat melakukan patroli, mereka juga menyisir kawasan pantai untuk menemukan ubur-ubur yang terdampar.
Setiap ubur-ubur yang ditemukan segera dikubur agar tidak lagi membahayakan wisatawan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan agar jumlah korban tidak terus bertambah selama musim liburan.
Langkah Pertama Jika Tersengat Ubur-Ubur
Surisdiyanto meminta wisatawan tetap tenang apabila mengalami sengatan ubur-ubur. Ia menegaskan bahwa kepanikan justru dapat memperburuk kondisi korban.
Korban sebaiknya segera membersihkan area yang terkena sengatan menggunakan air bersih. Setelah itu, wisatawan di anjurkan mendatangi posko SAR atau Pos Satlinmas terdekat agar petugas memberikan penanganan lebih lanjut.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Marjono, juga menyampaikan bahwa korban dapat membersihkan bagian tubuh yang tersengat menggunakan air bersih atau air hangat sebelum memperoleh pengobatan dari petugas.
Ia memastikan petugas selalu bersiaga untuk membantu wisatawan yang membutuhkan pertolongan. Karena itu, pengunjung tidak perlu merasa khawatir selama segera melapor ke posko terdekat.
Dengan meningkatnya kemunculan ubur-ubur beracun di sejumlah pantai Gunungkidul, wisatawan di harapkan lebih berhati-hati saat bermain di tepi pantai. Menghindari kontak langsung dengan ubur-ubur, mengawasi anak-anak, serta segera meminta bantuan petugas jika terjadi sengatan menjadi langkah penting agar aktivitas wisata tetap aman dan nyaman.