5 Tempat Makan Legendaris Di Semarang – Semarang tidak hanya dikenal melalui bangunan bersejarah dan kawasan Kota Lama. Ibu kota Jawa Tengah ini juga memiliki kekayaan kuliner yang menarik untuk dijelajahi. Sejumlah tempat makan bahkan telah melayani pelanggan selama puluhan tahun dan tetap mempertahankan hidangan khasnya hingga sekarang.

Pilihan kuliner legendaris di Semarang pun cukup beragam. Wisatawan dapat menikmati soto berkuah bening untuk sarapan, mencicipi tahu gimbal dengan saus kacang, hingga membawa lumpia sebagai buah tangan. Selain itu, ada pula ayam goreng yang sudah menjadi bagian dari perjalanan kuliner kota ini selama beberapa dekade.

Menariknya, beberapa usaha kuliner tersebut telah diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Bahkan, ada penjual lumpia yang sejarah usahanya disebut telah dimulai sejak era 1800-an.

Karena itu, wisata kuliner dapat menjadi salah satu agenda menarik ketika berkunjung ke Kota Semarang. Berikut lima tempat makan legendaris yang bisa masuk dalam daftar tujuan.

1. Soto Bokoran

Soto Bokoran menjadi salah satu pilihan bagi pencinta kuliner tradisional ketika berada di kawasan Semarang Tengah. Usaha kuliner ini telah berdiri sejak 1949 dan masih mempertahankan sajian soto sebagai menu utamanya.

Lokasinya berada di Jalan Plampitan No.55, Bangunharjo, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Ciri khas Soto Bokoran terletak pada kuahnya yang bening. Dalam satu mangkuk terdapat nasi, sohun, dan suwiran ayam yang berpadu dengan kuah soto. Harga satu porsinya sekitar Rp15.000.

Pengunjung juga dapat menambahkan berbagai lauk untuk melengkapi santapan. Pilihannya mencakup sate ayam, sate kerang, sate kulit, sate usus, sate telur puyuh, ati ampela, perkedel, telur pindang, dan tempe. Harga lauk tambahan tersebut berkisar Rp2.000 hingga Rp8.000.

Soto Bokoran melayani pelanggan setiap hari mulai pukul 06.00 sampai 14.00 WIB. Dengan jam operasional sejak pagi, tempat ini dapat menjadi pilihan untuk menikmati sarapan khas Semarang.

2. Loenpia Gang Lombok

Lumpia menjadi salah satu makanan yang identik dengan Kota Semarang. Salah satu tempat yang mempertahankan kuliner tersebut adalah Loenpia Gang Lombok.

Usaha kuliner ini disebut telah ada sejak 1800-an dan pengelolaannya terus di lanjutkan hingga generasi keempat. Lokasinya berada di Gang Lombok No.11, Purwodinatan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Pengunjung bisa memilih dua jenis lumpia sesuai selera, yakni versi basah maupun goreng. Harga satu buah lumpia sekitar Rp24.000.

Loenpia Gang Lombok beroperasi setiap hari pada pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Keberadaannya yang telah melewati beberapa generasi membuat tempat ini menarik di kunjungi, terutama bagi wisatawan yang ingin mengenal salah satu bagian dari perjalanan kuliner Semarang.

3. Tahu Gimbal Lumayan Pak Man

Pilihan berikutnya adalah Tahu Gimbal Lumayan Pak Man yang telah berjualan sejak sekitar 1950-an. Tempat makan ini berada di Jalan Plampitan No.54, Bangunharjo, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Menu utamanya tentu saja tahu gimbal. Hidangan tersebut memadukan potongan tahu, lontong, kol, serta gimbal yang dibuat menggunakan udang segar berukuran cukup besar. Seluruh bahan kemudian disajikan bersama saus kacang yang menjadi salah satu elemen penting dalam tahu gimbal.

Harga satu porsinya sekitar Rp55.000. Namun, ukuran hidangan yang disajikan tergolong besar sehingga dapat dinikmati bersama oleh dua orang.

Tahu Gimbal Lumayan Pak Man buka setiap hari mulai pukul 12.00 hingga 16.00 WIB. Meski demikian, operasional dapat berakhir lebih cepat apabila dagangan sudah habis.

Rekomendasi tempat makan legendaris di Semarang dengan beragam kuliner khas yang telah bertahan selama puluhan tahun.

ilustrasi ayam goreng bumbu kuning

4. Lunpia Cik Me Me

Lunpia Cik Me Me juga menjadi bagian dari perjalanan panjang kuliner lumpia di Semarang. Usaha ini di sebut telah berlangsung selama lima generasi sejak 1870.

Lokasinya berada di Jalan Gajahmada No.107, Miroto, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah. Berbeda dengan beberapa penjual lumpia yang menawarkan pilihan sederhana, Lunpia Cik Me Me menyediakan sejumlah varian isian.

Pengunjung dapat memilih lumpia rebung dengan harga sekitar Rp19.000. Sementara itu, varian original berisi kombinasi rebung, telur, ayam, dan udang di tawarkan sekitar Rp24.000.

Ada pula pilihan dengan isian yang lebih beragam, seperti crab, ikan kakap, kambing jantan muda, serta varian Raja Nusantara yang memadukan jamur dan kacang mete. Masing-masing varian tersebut di banderol sekitar Rp31.000.

Selain lumpia, tersedia keripik lumpia dalam pilihan rasa original dan pedas. Kemasan 32 gram di jual sekitar Rp17.000, sedangkan ukuran 125 gram di banderol sekitar Rp59.000.

Lunpia Cik Me Me memiliki waktu operasional yang cukup panjang. Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB.

5. Ayam Goreng Pak Supar

Bagi wisatawan yang ingin mencari menu selain lumpia atau tahu gimbal, Ayam Goreng Pak Supar dapat menjadi alternatif. Tempat makan yang telah beroperasi sejak 1974 ini berlokasi di Jalan Moh. Suyudi No.48, Miroto, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Sesuai namanya, ayam goreng menjadi salah satu menu utama yang di tawarkan. Satu porsinya di banderol sekitar Rp29.000.

Namun, pilihan makanan di tempat ini tidak terbatas pada ayam goreng. Pengunjung juga dapat memesan sop sapi, sop sayur, jantung, usus, hingga pete. Harga berbagai menu tersebut berada pada kisaran Rp10.000 sampai Rp70.000.

Ayam Goreng Pak Supar melayani pengunjung setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.30 WIB. Jam buka hingga malam membuat tempat makan ini dapat menjadi pilihan untuk makan siang maupun makan malam.

Menjelajahi Jejak Kuliner Lama di Semarang

Kelima tempat makan tersebut menunjukkan bahwa kekayaan kuliner Semarang tidak hanya terletak pada jenis makanannya, tetapi juga pada sejarah panjang usaha yang mempertahankannya. Beberapa bahkan telah di wariskan selama beberapa generasi dan masih menjadi tujuan pencinta kuliner hingga sekarang.

Mulai dari Soto Bokoran yang telah hadir sejak 1949 hingga usaha lumpia yang memiliki sejarah lebih dari satu abad, setiap tempat menawarkan karakter berbeda. Karena itu, wisatawan dapat menjadikan perjalanan kuliner sebagai bagian dari agenda ketika menjelajahi Semarang.

Harga dan jam operasional dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh sebab itu, pengunjung sebaiknya memeriksa informasi terbaru sebelum datang, terutama ketika berkunjung pada akhir pekan atau musim liburan.