Gempa Jogja – Terbaru Magnitudo 3,5 mengguncang wilayah Yogyakarta pada Kamis (20/8/2026) sore. Getaran gempa terasa di sejumlah kawasan dan sempat mengejutkan warga yang sedang menjalankan aktivitas.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 17.20.57 WIB. Pusat gempa terdeteksi berada di daratan sehingga guncangannya dapat dirasakan oleh masyarakat di beberapa wilayah Yogyakarta.

BMKG mencatat pusat gempa berada sekitar 11 kilometer di sebelah timur laut Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Lokasinya berada pada koordinat 7,887 derajat Lintang Selatan (LS) dan 110,45567 derajat Bujur Timur (BT).

Meski memiliki magnitudo relatif kecil, getaran gempa tetap membuat sebagian warga terkejut. Guncangan berlangsung singkat, tetapi cukup terasa bagi mereka yang sedang berada di dalam bangunan.

Warga Yogyakarta Merasakan Guncangan Gempa

Sejumlah warga mengaku merasakan getaran ketika gempa mengguncang Yogyakarta pada Kamis sore. Salah satunya Pras, warga yang saat kejadian sedang berada di lantai dua sebuah bangunan.

Pras berada di kawasan Jalan Timoho, Kota Yogyakarta. Saat itu, ia sedang beraktivitas di depan komputer. Secara tiba-tiba, getaran terasa dan membuatnya menyadari bahwa gempa sedang terjadi.

Posisinya yang berada di lantai dua membuat guncangan cukup mudah di rasakan. Meski berlangsung dalam waktu singkat, kejadian tersebut sempat mengejutkannya.

Pengalaman serupa juga dialami warga lainnya bernama Lupi. Ia merasakan getaran pada waktu yang hampir bersamaan. Menurut pengalamannya, guncangan datang secara mendadak dan terasa cukup kuat untuk membuatnya terkejut.

Lupi menggambarkan sensasi gempa tersebut seperti tanah yang mendapat hantaman dari benda berukuran besar. Selain getaran, ia juga mengaku sempat mendengar suara yang menyerupai reruntuhan sebelum merasakan guncangan.

Kondisi tersebut membuat warga semakin menyadari adanya aktivitas gempa. Namun, getaran tidak berlangsung lama dan kemudian berhenti.

Pusat Gempa Berada di Daratan Dekat Bantul

Data BMKG menunjukkan episenter gempa berada di daratan. Titiknya berjarak sekitar 11 kilometer ke arah timur laut dari wilayah Bantul.

Lokasi pusat gempa yang berada di daratan menjadi salah satu informasi penting dalam kejadian tersebut. Masyarakat juga dapat menggunakan data resmi BMKG untuk mengetahui lokasi dan kekuatan gempa secara akurat.

Gempa bumi sendiri dapat terjadi secara tiba-tiba. Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan gempa perlu memahami langkah keselamatan ketika guncangan terjadi.

Ketika berada di dalam bangunan, masyarakat perlu menghindari benda yang berpotensi jatuh. Selain itu, kondisi bangunan perlu di periksa setelah gempa selesai, terutama jika guncangan menimbulkan kerusakan.

Gempa Jogja magnitudo 3,5 mengguncang Yogyakarta dan Bantul pada Kamis 20 Agustus 2026.

Tugu Pal Putih

BMKG Minta Masyarakat Tetap Tenang

Setelah gempa terjadi, BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak panik. Warga di minta tetap tenang sekaligus mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi mengenai gempa yang beredar tanpa sumber jelas. Informasi yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan kekhawatiran dan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Karena itu, warga sebaiknya menjadikan informasi resmi BMKG sebagai rujukan utama terkait kejadian gempa bumi. Langkah tersebut penting untuk mendapatkan data yang dapat di pertanggungjawabkan.

Selain memantau perkembangan informasi, masyarakat perlu tetap memperhatikan kondisi lingkungan setelah guncangan berhenti.

Warga Diimbau Waspada terhadap Kemungkinan Gempa Susulan

Meskipun gempa utama telah selesai, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan. Kemungkinan munculnya gempa susulan perlu menjadi perhatian, terutama bagi warga yang berada dekat dengan lokasi pusat gempa.

Warga juga di sarankan memeriksa kondisi rumah maupun bangunan setelah merasakan guncangan. Pemeriksaan menjadi semakin penting apabila di temukan retakan, bagian bangunan yang bergeser, atau kerusakan lain yang berpotensi membahayakan penghuni.

Apabila terdapat kerusakan yang cukup serius, masyarakat sebaiknya menghindari bagian bangunan tersebut sampai kondisinya di pastikan aman.

Gempa Jogja magnitudo 3,5 pada Kamis sore menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi. Walaupun guncangannya berlangsung singkat, sejumlah warga tetap dapat merasakannya dengan jelas.

Masyarakat diharapkan tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi. Informasi mengenai perkembangan gempa sebaiknya selalu mengacu pada keterangan resmi BMKG agar masyarakat memperoleh data yang akurat dan terpercaya.