Trofi Liga Champions – menjadi salah satu simbol kesuksesan tertinggi bagi pemain sepak bola di level klub Eropa. Tidak mengherankan jika banyak pesepak bola dunia menjadikan gelar tersebut sebagai salah satu target terbesar sepanjang karier mereka.

Menariknya, tidak semua pemain hebat berhasil merasakan keberhasilan di kompetisi elite tersebut. Sejumlah legenda, termasuk Gianluigi Buffon, Ronaldo Nazario, dan Zlatan Ibrahimovic, mengakhiri atau menjalani karier panjang tanpa pernah mengangkat trofi Liga Champions.

Sebaliknya, beberapa pemain yang namanya tidak terlalu identik dengan kompetisi tersebut justru pernah menjadi bagian dari tim juara. Sebagian memiliki menit bermain terbatas, sedangkan lainnya memberikan kontribusi yang kemudian jarang dibicarakan.

Berdasarkan daftar yang dikutip dari Planet Football, berikut beberapa pemain yang pernah merasakan gelar Liga Champions meskipun pencapaian tersebut tidak selalu melekat kuat pada perjalanan karier mereka.

Rhian Brewster Ikut Merasakan Kesuksesan Liverpool

Rhian Brewster menjadi salah satu nama menarik dalam daftar pemain yang memiliki medali Liga Champions. Sebelum bergabung dengan Liverpool, penyerang asal Inggris tersebut sempat menimba ilmu di akademi Chelsea.

Setelah melanjutkan perkembangan bersama Liverpool, muncul harapan bahwa Brewster mampu berkembang di bawah arahan Jurgen Klopp. Namun, persaingan ketat membuat kesempatan bermainnya bersama tim utama sangat terbatas.

Brewster hanya mendapatkan empat kesempatan tampil bersama skuad senior Liverpool. Secara keseluruhan, ia mengumpulkan sekitar 191 menit permainan. Bahkan, sang penyerang tidak sempat turun dalam pertandingan kompetisi Eropa bersama The Reds.

Meski demikian, Brewster tetap menjadi bagian dari perjalanan Liverpool ketika menjuarai Liga Champions musim 2018/2019. Ia masuk daftar pemain cadangan ketika Liverpool menghadapi Tottenham Hotspur pada partai puncak.

Dalam pertandingan tersebut, The Reds mengalahkan Tottenham dengan skor 2-0. Kemenangan itu memastikan Liverpool membawa pulang trofi Liga Champions sekaligus membuat Brewster mendapatkan medali juara.

Perjalanan Brewster bersama Liverpool kemudian berakhir pada 2020. Klub Merseyside tersebut melepasnya menuju Sheffield United dengan nilai transfer sekitar 23 juta pounds. Dalam perjalanan karier berikutnya, fakta bahwa Brewster pernah menjadi bagian dari skuad juara Eropa pun tidak selalu mendapat sorotan.

Ross Turnbull Menjadi Pelapis saat Chelsea Berjaya

Situasi hampir serupa dialami Ross Turnbull ketika memperkuat Chelsea. Kiper asal Inggris tersebut menjalankan peran sebagai penjaga gawang pelapis di belakang Petr Cech.

Turnbull tidak memperoleh kesempatan bermain selama perjalanan Chelsea di Liga Champions musim 2011/2012. Namun, posisinya sebagai anggota skuad membuat dirinya tetap menjadi bagian dari keberhasilan bersejarah klub London tersebut.

Pada musim itu, Chelsea menjalani perjalanan yang penuh tantangan sebelum mencapai final. Mereka akhirnya menghadapi Bayern Munchen dalam pertandingan penentuan gelar.

The Blues mampu keluar sebagai juara dan mencatat sejarah besar bagi klub. Turnbull pun mendapatkan medali meskipun tidak mencatat menit bermain dalam kompetisi tersebut.

Turnbull pernah mengenang keberhasilan itu sebagai hasil kerja bersama seluruh anggota tim. Menurutnya, Chelsea menghadapi berbagai kendala selama perjalanan menuju gelar, termasuk kondisi beberapa pemain penting.

Cedera yang dialami David Luiz dan Gary Cahill menjadi bagian dari tantangan tersebut. Situasi itu memperlihatkan bahwa keberhasilan sebuah tim tidak hanya bergantung kepada pemain yang rutin tampil di lapangan.

Pemain juara Liga Champions yang jarang diingat publik

Bek Barcelona, Jeremy Mathieu, usai menghadiri jumpa pers jelang laga ujicoba melawan Celtic di Burton-on-Trent, Inggris, Jumat (29/7/2016).

Jeremy Mathieu Punya Peran dalam Masa Sukses Barcelona

Jeremy Mathieu juga termasuk pemain yang keberhasilannya di Liga Champions terkadang luput dari perhatian. Bek asal Prancis tersebut memperkuat Barcelona ketika klub berada di bawah kepemimpinan Luis Enrique.

Mathieu memang tidak selalu menjadi pilihan utama di lini belakang. Selain itu, performanya beberapa kali mendapatkan kritik. Namun, ia tetap memiliki peran dalam skuad Barcelona yang menikmati periode penuh kesuksesan.

Selama tiga musim membela klub Catalan, Mathieu mampu mengoleksi berbagai trofi. Salah satu pencapaian terbesarnya datang ketika Barcelona menjadi juara Liga Champions.

Kehadiran Mathieu memberikan tambahan pilihan bagi Luis Enrique di sektor pertahanan. Kemampuannya bermain dalam beberapa peran membuat sang pelatih mempunyai alternatif ketika harus melakukan rotasi pemain.

Walaupun namanya tidak sepopuler sejumlah bintang Barcelona pada periode tersebut, Mathieu tetap tercatat sebagai bagian dari tim yang berhasil mencapai puncak sepak bola Eropa.

Ivan Perisic Juga Punya Catatan Juara Eropa

Ivan Perisic lebih sering di kenal berkat kiprahnya bersama sejumlah klub besar serta kontribusinya untuk tim nasional Kroasia. Namun, perjalanan kariernya juga menyimpan prestasi besar di Liga Champions.

Perisic pernah menjadi bagian dari tim yang sukses meraih gelar kompetisi klub paling bergengsi di Eropa. Meski pencapaiannya tersebut terkadang tertutup oleh berbagai momen lain dalam kariernya, medali Liga Champions tetap menjadi salah satu catatan penting bagi pemain asal Kroasia itu.

Pengalamannya memperlihatkan bahwa perjalanan seorang pemain bisa mencakup banyak pencapaian yang tidak semuanya mendapatkan perhatian serupa dari publik.

Medali Liga Champions Tidak Selalu Dimiliki Pemain Terbesar

Keberhasilan Brewster, Turnbull, Mathieu, dan pemain lain dalam daftar tersebut menunjukkan sisi menarik dari sepak bola. Gelar bergengsi tidak selalu menjadi milik pemain yang mempunyai nama terbesar atau statistik individu paling mencolok.

Sebuah tim membutuhkan banyak pemain dengan tugas berbeda sepanjang musim. Ada pemain utama yang hampir selalu berada di lapangan, tetapi ada pula anggota skuad yang harus menunggu kesempatan dan memberikan dukungan dari bangku cadangan.

Karena itu, medali Liga Champions juga menggambarkan keberhasilan kolektif. Pemain pelapis tetap menjadi bagian dari skuad dan menjalani proses panjang bersama tim sepanjang kompetisi.

Situasi tersebut terasa semakin menarik ketika di bandingkan dengan perjalanan sejumlah legenda dunia. Gianluigi Buffon, Ronaldo Nazario, hingga Zlatan Ibrahimovic memiliki karier luar biasa, tetapi trofi Liga Champions tidak pernah masuk ke dalam koleksi mereka.

Pada akhirnya, sepak bola memang tidak selalu berjalan sesuai reputasi individu. Ada pemain yang di kenang sebagai legenda tanpa pernah menjadi juara Eropa. Di sisi lain, terdapat nama-nama yang jarang di kaitkan dengan Liga Champions, tetapi tetap memiliki medali dari kompetisi tersebut dalam perjalanan karier mereka.